Agro Solution, Sebuah Terobosan Tingkatkan Produktifitas Pertanian

narahubung.id – Program Agro Solution terus dikembangkan PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai inovasi baru dalam memajukan sektor pertanian Indonesia agar lebih modern.

Program ini juga bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Terbaru, Pupuk Indonesia melakukan tanam perdana program Agro Solution pada lahan sawah seluas 100 hektar di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu (27/6/2021).

Program Manager (PM) Agro Solution Pupuk Kaltim, Adrian R.D mengatakan lewat Agro Solution, petani mendapatkan pendampingan intensif tentang budidaya pertanian berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi.

“Program ini berbasis triple bottom-line 3P (people, planet, profit),” katanya.

Pertama, pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan (planet). Dengan upaya meningkatkan produktifitas pertanian dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Kedua, informasi dan pendampingan budidaya pertanian (people). Layanan budidaya pertanian dan petugas pendamping lapangan/agronomis, profiling petani dan budidaya pertanian, fasilitas akses informasi dan solusi input pertanian berkualitas sampai penanganan panen.

Ketiga, digital farming dan mekanisasi pertanian (profit). Rekomendasi pola budidaya pertanian presisi berbasis teknologi digital, penggunaan alat dan mesin untuk meningkatkan produktifitas lahan, menurunkan ongkos produksi, meningkatkan kualitas produk serta membantu meningkatkan potensi keuntungan.

Keempat, akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian (profit). Diperlukan permodalan untuk pertanian tradisional agar berkembang, pilihan produk keuangan, perlindungan asuransi pertanian dan upaya mitigasi risiko.

Kelima, pengembangan sosial masyarakat petani dan bisnis inklusif (people). Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui hubungan harmonis antara bisnis perusahaan dengan kesejahteraan sosial masyarakat petani, menciptakan komunitas masyarakat pertanian yang produktif di sepanjang rantai pasokan.

Keenam, kemitraan pertanian pasar (farm to market partnership) (profit). Yakni kerjasama stakeholder sepanjang rantai pasok pertanian untuk meningkatkan ketersediaan pangan sesuai kebutuhan pasar, meningkatkan nilai tambah hasil panen, ketersediaan infrastruktur, jaringan distribusi dan ketersediaan off taker.

Di Kaltara, Agro Solution diterapkan di atas lahan 100 hektar dan melibatkan 100 orang petani. para petani mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah dan PT Pupuk Kaltim, termasuk untuk penyediaan pupuk. Kerja sama dengan swasta pun dilakukan untuk membuka akses modal, asuransi, benih dan pestisida, serta off taker atas hasil panen. (adv/nr)

Berita Lain