Atasi Persoalan Krisis Air Bersih, Bupati Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid bersama Ketua DPRD Nunukan Hj Rahma Leppa saat meresmikan sumur bor yang berada di Kelurahan Nunukan Utara.
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid bersama Ketua DPRD Nunukan Hj Rahma Leppa saat meresmikan sumur bor yang berada di Kelurahan Nunukan Utara.

narahubung.id –  Kondisi cuaca awal tahun 2024 di Nunukan hingga kini masih mengalami kemarau. Dampak fenomena El-Nino ini membuat Kabupaten Nunukan mengalami krisis air bersih.

Menyikapi hal tersebut Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menyampaikan 3 langkah strategis dalam mengatasi krisis air. Salah satunya langkah yang dilakukan untuk penanganan jangka pendek yakni pembuatan sumur bor.

Dimana, sumber sumur bor yang dibuat Pemkab Nunukan tersebar di wilayah Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan. Dan kini ada beberapa titik yang telah dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya sumur bor yang berada di Kelurahan Nunukan Utara.

Peresmian yang dipimpin Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid secara simbolis dilaksanakan di salah satu sumur bor yang berada di wilayah Kelurahan Nunukan Utara, pada Senin (18/3/2023).

“Air bersih yang dihasilkan oleh sumur bor tersebut sebenarnya sudah di manfaatkan masyarakat sekitar. Saat ini kita tinggal melanjutkan saja, tetapi ada juga beberapa titik sumur bor yang hasilnya masih belum bisa dimanfaatkan dikarenakan hasil airnya masih kotor,” ujar Hj. Asmin Laura Hafid.

Untuk itu, ia menghimbau kepada camat dan lurah setempat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat sekitarnya terkait dengan pemanfaatan air bersih dari sumur bor yang ada. Sebab, masalah air bersih adalah masalah semua pihak. Sehingga, sudah semestinya semua pihak ikut mengambil bagian dalam penyelesaiannya.

“Tidak tepat rasanya jika krisis air bersih yang terjadi akhir-akhir ini dianggap hanya sebagai kesalahan dari pemerintah semata. Karena realitanya akar dari persoalan ini begitu komplek, rumit, dan melibatkan begitu banyak kepentingan. Dalam situasi seperti ini, alangkah baiknya jika kita semua saling bersinergi untuk mengatasinya,” pintanya.

Kemudian, berdasarkan prediksi BMKG pada April mendatang Kabupaten Nunukan akan memasuki musim hujan.

“Mari kita sama-sama berdoa semoga ramalan tersebut benar adanya. Sehingga krisis air bersih yang kita rasakan saat ini bisa cepat berlalu. Mohon doa juga kepada masyarakat jika turun hujan embung kita terisi, pelan-pelan akan dialiri ke masyarakat semua,” tutupnya.

Berita Lain
Jumlah Kasus Covid-19 di Kaltar

Safari Ramadan di Sebatik Barat Bupati Laura Ingatkan Jangan Lupa Bayar Zakat

narahubung.id – Usai melaksanakan Safari Ramadan di Kecamatan Sei Manggaris dan Sebatik Tengah. Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid melanjutkan rangkaian Safari Ramadan di Masjid Ar- Rahmat, Desa Tembaring, Kecamatan Sebatik Barat pada Kamis (21/3/2024). Dalam Safari Ramadan ini, Hj. Asmin Laura Hafid kembali menyerahkan bantuan untuk Masjid Ar-Rahmat, Masjid Al-Mujahiddin, Masjid Darul Iman, Masjid […]

Jumlah Kasus Covid-19 di Kaltar

Bupati Paparkan Program Prioritas Kecamatan di Pulau Sebatik

narahubung.id – Program pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menjadi perhatian serius. Itu dibuktikan dengan alokasi anggaran yang dilakukan untuk setiap kecamatan yang ada di Nunukan. Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menyampaikan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024 Pemkab Nunukan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 66 miliar untuk pembangunan seluruh sektor di Pulau Sebatik. “Pada […]