Beras Lokal Dinilai Belum Cukupi Kebutuhan ASN
narahubung.id – Pemkab Bulungan telah membuat kebijakan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bulungan wajib mengonsumsi beras hasil produksi petani lokal. Namun, sejauh ini para petani dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan abdi negara.
Bupati Bulungan, Syarwani meminta agar Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan terus mendorong pengembangan hilirisasi pertanian. Sehingga, para pertani mampu memenuhi kebutuhan beras lokal bagi ASN.
“Bagaimanapun pola penanganannya. Hilirisasi kegiatan pengan ini harus bisa mencukupi kebutuhan beras bagi ASN,” jelas Syarwani, Selasa (11/1/2022).
Ia juga mengungkapkan dalam sebulan ditargetkan sebanyak 20 ton beras dari petani lokal terserap oleh ASN. Tetapi, sejauh ini target tersebut belum bisa terpenuhi.
“Bulan Oktober tahun lalu saja para petani baru bisa memenuhi kebutuhan beras lokal sebanyak 5 ton,” ungkapnya.
Meski begitu, orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini memastikan bahwa kebijakan ASN wajib mengonsumsi beras lokal masih berlanjut tahun ini.
“Iya, saya pastikan tahun ini masih berlanjut. Walaupun tahun sebelumnya belum mampu memenuhi kebutuhan beras bagi ASN. Ini akan menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disperta Bulungan, Ahmad Yani saat dikonfirmasi menilai bahwa produksi pertanian di Bulungan Khususnya di Sajau Hilir masih mampu memenuhi kebutuhan beras bagi ASN.
“Kenapa tidak cukup?, karena kebijakan ini diterapkan secara mendadak,” ujarnya.
Kemudian ia juga menyebut varietas padi yang ditanam juga beragam. Ada Cimelati, Inpari, Ciherang dan lainnya. Sehingga petani kesulitan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi ASN.
“Bapak Bupati menetapkan beras yang wajib dikonsumsi ASN varietas Cimelati. Hal inilah yang menjadi kendala,” ungkapnya.
Kenapa varietas Cimelati?, karena sesuai kontrak dengan petani beras jenis tersebut yang wajib dikonsumsi ASN. Kemudian, rasa beras pun lebih enak.
“Iya, mau tidak mau petani harus menyiapkan varietas Cimelati,” ujarnya.
Meski begitu, Disperta menyakini tahun ini produksi padi mampu memenuhi kebutuhan beras untuk ASN. Apalagi sekarang ini para pertani sudah seragam menanam satu varietas.
“Untuk di Sajau Hilir para petani bisa memproduksi sampai 5-6 ton per hektare (ha),” pungkasnya.