BIMA Kemdiktisaintek Mendorong Pengelolaan Limbah Padi Menjadi Pupuk Sebagai Inovasi Pertanian Berkelanjutan
TARAKAN – Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan yang terdiri dari Dr. Dewi Elviana CCW, SP.M.Si. Dr. Nia Kurniasih Suryana, SP.,MP, Dwi Santoso, S.TP., M.Si, serta Derlin Apriliana melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan edukasi teknologi pengolahan limbah padi.
Program ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA Kemendikbudristek/Dikti yang merupakan salah satu skema hibah pengabdian kepada Masyarakat dengan sasaran mitra anggota Kelompok Tani Serumpun Satu Kelurahan Mamburungan Timur Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan.
Kegiatan bertujuan memberikan pengetahuan bagi petani mengolah limbah padi berupa sekam dan jerami menjadi produk padi silika yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman padi. Selama ini sekam dan Jerami padi hanya dianggap limbah dan dibakar.
Ketua pelaksana Dr. Dewi Elviana CCW, SP., M.Si menegaskan , melalui kegiatan PKM yang dilaksanakan diharapkan petani padi dapat mengolah limbah padi menjadi pupuk organic, sehingga limbah padi tersebut bukan sebagai masalah, tetapi sebagai sumber daya untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan desa. Sekam padi mengandung 15–20 persen silika (SiO₂), mineral penting yang bermanfaat bagi tanaman.
Unsur ini mampu memperkuat batang padi agar tidak mudah rebah, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Dipertegas oleh Dr. Nia Kurniasih Suryana,SP.,MP, bahwa selama ini petani kita masih bergantung pada pupuk sintetis, padahal limbah padi bisa diolah menjadi pupuk silika yang lebih murah, ramah lingkungan, dan menyehatkan tanah jelas.
Kegiatan diikuti oleh perwakilan dari lima kelompok tani padi dan tim penyuluh pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota. Hadir pula perwakilan dari legislatif dan media massa.
Dino Andrian, SH, sebagai salah satu anggota DPRD Propinsi Kalimantan Utara menyatakan dukungan penuh terhadap pengelolaan limbah padi yang secara tepat sehingga akan mendorong kemandirian pangan dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Adanya kolaborasi antara petani, akademisi dan pemerintah , limbah padi dapat berubah dari masalah menjadi berkah dan inovasi untuk pertanian berkelanjutan. Harapannya, kegiatan PKM \ yang dilaksanakan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi teknologi pertanian yang dapat direplikasi pada kelompok tani lain di Kalimantan Utara.
Manfaatnya tidak hanya terbatas pada Kota Tarakan, tetapi dapat memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan sekaligus meningkatkan peran UBT sebagai perguruan tinggi yang hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.