Bulungan dan Tarakan Persiapkan Pembangunan IAIN
narahubung.id – Pembangunan Institut Agama Islam negeri (IAIN) direncanakan akan di dua daerah, Bulungan dan Tarakan. Namun, masih menunggu persetujuan dari Gubernur Kaltara.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Kaltara, H Saifi Jamri mengatakan, sebelumnya pada masa kepemimpinan H.Suriansyah Hanafi pembangunan IAIN sempat dibahas, Bahkan sudah ada tim yang dibentuk.
“Setelah saya dilantik menggantikan beliau saya evaluasi karena tim itu minim pergerakan,” kata Saifi kepada narahubung.id, Jumat (28/1/2022).
Saifi juga mengungkapkan, karena dipandang penting akhirnya tim tersebut dibentuk kembali. Kemudian, hasil pengecekan di lapangan bupati sudah menyiapkan lahan. Atas dasar itu, Kemenag RI memberikan lampu hijau.
“Pemerintah pusat memberikan rekomendasi jika ingin mendirikan perguruan tinggi islam di Kaltara tidak lagi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) melainkan Institut Agama Islam negeri (IAIN). Iya, saya senang sekali karena institut,” ungkapnya.
Kenapa IAIN?, karena lokasinya berada di Ibu Kota Provinsi Kaltara. Sehingga, pemerintah pusat menilai perlu ada IAIN.
“Nah untuk sekarang ini berbagai persyaratan terkait pendirian IAIN sudah mulai kita persiapkan sejak dini,” ujarnya.
Namun, terkait hal ini Bidang Pendidikan Islam juga intens melakukan komunikasi dengan Kemenag RI. Tetapi, berdasarkan hasil rapat sepekan lalu beberapa tokoh menginginkan agar pembangunan IAIN di Tarakan.
“Informasinya, Pemkot Tarakan sudah menyiapkan lahan di wilayah Juwata. Dari pernyataan itu, kita juga menyampaikan bahwa sudah ada lahan yang disiapkan di Tanjung Palas oleh Bupati Bulungan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, untuk bisa membangun IAIN, lahan tersebut harus memenuhi syarat. Salah satunya, lahan sudah bersertifikat.
“Nah, di ujung dari pertemuan itu Bapak Gubernur menginginkan agar pembangunan IAIN di Tarakan,” ucapnya.
Dengan adanya keinginan gubernur, Kemenag mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Tetapi, semua itu kembali kepada persyaratan.
“Kalau dari persyaratan pasti dilihat lokasi mana yang lebih siap,” bebernya.
Selain mendengarkan keinginan gubernur, Kemenag juga harus mendengarkan keinginan masyarakat.
“Berdasarkan informasi dari media sosial banyak masyarakat yang menginginkan pembangunan IAIN di Bulungan,” pungkasnya.