Bulungan Gelar PTM Perdana

narahubung.id – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen untuk seluruh satuan pendidikan di Bulungan pada Senin (10/1/2022). Evaluasi dilakukan secara bertahap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Bulungan, Suparmin Seto mengatakan, sebelumnya PTM di Bulungan hanya digelar maksimal 50 persen. Namun, pekan ini PTM 100 persen untuk seluruh satuan pendidikan di Bumi Tenguyun dimulai.

“Saya sudah menginstruksikan ke seluruh satuan pendidikan untuk pembelajaran tatap muka 100 persen. Insyaallah, Senin (10/1), ini sudah dimulai,” kata Suparmin kepada narahubung.id, Minggu (9/1/2022).

Suparmin mengungkapkan bahwa evaluasi akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal, evaluasi akan dimulai di SDN 001 Tanjung Selor.

“Rencananya, Selasa (11/1/2022) kita akan melakukan pemantauan pelaksanaan PTM disana (SDN 001),” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa sejauh ini, PTM dipastikan berjalan dengan baik. Meski begitu, pengawasan akan terus dilakukan. Khususnya, penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Alhamdulillah, waktu pembelajaran tatap muka 50 persen berjalan dengan baik. Mangkanya sekarang ini kita naikkan menjadi 100 persen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa mulai pekan ini seluruh satuan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SPM) sudah diperbolehkan melaksanakan PTM di sekolah.

“Semuanya, sesuai SKB empat menteri,” ungkapnya.

Dalam hal ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar persiapan dilakukan secara matang dan protokol kesehatan (prokes) harus diperhatikan dengan baik.

“Seluruh PTK (pendidik dan tenaga kependidikan) harus siap dengan bekerja sama dengan orang tua murid,” bebernya.

Ia juga menyebut untuk mekanisme pembelajaran tetap dibatasi maksimal 6 jam per hari.

“Untuk mata pelajaran tetap menekankan pada penerapan protokol kesehatan dan kurikulum lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Bulungan, Darmawan menekankan kepada seluruh satuan pendidikan untuk disiplin menjalankan prokes secara ketat.

“PTM memang sudah diperbolehkan. Tetapi, bukan berarti protokol kesehatan harus diabaikan,” ungkapnya.

Selain itu, Satgas di setiap wilayah satuan pendidikan yang melaksanakan PTM juga diharapkan dapat terus melakukan pengawasan.

“Iya, saya minta Satgas berperan aktif lah melakukan pengawasan. Jangan sampai dengan adanya PTM ini muncul klaster baru lagi,” pungkasnya. (rhl/nr)

Berita Lain