Cegah Penyebaran Covid-19, Mahasiswa UMM Semprot Disinfektan di Gunung Sari
TANJUNG SELOR, narahubung.id – Mahasiswa PPM UMM Kelompok 98 melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Sasarannya adalah fasilitas umum seperti kantor desa, gedung olahraga, paud, masjid, pondok pesantren dan juga gedung sekolah.
“Ini program kerja keempat kami, harapannya dengan melakukan kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap virus corona ini, kalau memang virus ini masih ada hingga saat ini,” ujar Koordinator Kelompok 98, Andi Ramdhani, Senin (11/1/2021).
Program penyemprotan disinfektan ini mendapatkan respons positif dari warga setempat. Bahkan pada pelakanaannya Kelompok ini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa hingga PMI Kabupaten Bulungan.
“Jadi kegiatan ini merupakan inisiatif mahasiswa UMM yang berasal dari Tanjung Selor (PMM Kelompok 98)) sebagai bentuk pengabdian kepada warga Desa Gunung Sari. Kami menyusun dan merancang beberapa program kegiatan dengan pihak desa yang tentunya dalam melaksanakan program kerja mengikuti protokol kesehatan, salah satu program yang ada ialah dengan melakukan penyemprotan disinfektan,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Dhani ini mengatakan, sejak awal Maret 2020 hingga memasuki awal tahun 2021 masa pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia. Pemerintah dan masyarakat Indonesia melakukan banyak cara dalam mencegah penularan dan penyebarluasan virus ini.
Sektor kesehatan, ekonomi, sosial dan pendidikan adalah sektor yang paling nyata terdampak. Pada sektor pendidikan misalnya, akibat menyebarnya wabah pandemi maka seluruh aktivitas pembelajaran disekolah maupun Universitas diberhentikan dan dialihkan dengan kebijakan Belajar dari Rumah dengan moda Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Hal ini juga diterapkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang yang tentu berdampak pada kegiatan kampus yang ada contohnya ialah kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang kali ini berbeda dengan biasanya, selama masa Pandemi ini program KKN dialihkan menjadi PMM (Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa),” ungkapnya.
Penggunaan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, penggunaan hand sanitizer, dan penyemprotan disinfektan tak lagi asing dalam keseharian.
Penyebarluasan virus tak memandang rupa, siapa saja dapat terinfeksi virus corona sekalipun di pelosok desa, jika masyarakat desa melakukan kontak fisik dengan penderita COVID-19 yang dengan atau tanpa gejala.
Desa Gunung Sari, sebagai salah satu desa dengan jumlah penduduk kurang lebih 1,769 orang dan pernah terdapat warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 (kini sudah dinyatakan sembuh), membuat Dhani dan kelompoknya terpanggil untuk melakukan serangkaian program, termasuklah penyemprotan disinfektan.
Untuk diketahui, disinfektan merupakan proses dekontaminasi atau pencegahan dengan menghilangkan atau membunuh berbagai jenis organisme berbahaya, baik virus dan bakteri maupun jamur yang bisa menyebabkan penularan penyakit pada objek benda mati.
“Bekerjasama dengan PMI Kabupaten Bulungan penyemprotan ini kami lakukan pada beberapa fasilitas umum yang ada di Desa Gunung Sari,” pungkasnya. (dc/nr)