Dari Kakao Kualitas Terbaik Menjadi Cokelat Pesona Bultiya
narahubung.id. – Kakao jadi salah satu komoditas potensial yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara). Kakao sendiri merupakan tumbuhan yang menghasilkan biji kakao yang dikenal sebagai bahan dasar pembuatan produk olahan coklat.
Dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat pada tanaman kakao, pihak PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) melakukan pendampingan.
Mulai dari mempersiapkan lahan, sumber daya petani, distribusi bibit, sampai pada hilirisasi (pasca panen). Bahkan, melakukan pengolahan hingga kakao menjadi produk berupa cokelat batangan.
Kepala Desa Metun Sajau, Reptoser Njau mengatakan, adanya program dari PT PKN sangt membantu masyarakat. Dampak dari adanya pembibitan kakao, sangat baik dan diterima masyarakat. Di mana 7 tahun sebelum adanya pembinaan budidaya coklat, masyarakat tidak mengetahui teknis peremajaan kakao.
“Melalui program ini, masyarakat sudah mau kembali dan memelihara kebun kakao. Kebun kakao sama tingginya dengan rambutan, karena tidak diketahui teknis pemeliharaannya. Ketika kami lihat budidaya coklat ini, masyarakat mempunyai kerinduan, agar ini dikembangkan. Yang tadinya diabaikan, sekarang mulai dirawat,” kata Reptoser di acara Launching Pesona Coklat Bultiya, Jumat (24/6/2022).
Terdapat 4.500 bibit yang sudah diremajakan. Bahkan diharapkan bisa dikembangkan lagi. Selain itu, adanya pemberdayaan kakao, juga sangat memperhatikan ekonomi masyarakat terendah.
“Ada warga saya di Punan Batu, mereka memiliki niat untuk kebun coklat. Ada 17 KK. Mereka ingin membuat budidaya Kakao. Saya harap melalui CSR bisa dikembangkan. Artinya, mereka sudah memahami dan ingin mengembangkan ndan membudidayakan kakao. Desa saya juga desa wisata budaya, produk coklat bisa menjadi salah satu olahan kakao unggulan. Serta potensi UMKM,” ungkapnya.
Sekretaris Disperindagkop dan UKM Kaltara Azis, juga mengapresiasi adanya upaya memberdayakan kakao. Dengan adanya produk yang dikeluarkan dari hasil olahan kakao, diharapkan kedapan bisa meningkatkan ekonomi di masyarakat.
“Ini juga produk coklat pertama kali yang ada di Kaltara. Dan diolah di Sajau,” singkatnya.
Sementara itu, Communty Development Officer PT PKN, Muchamad Sodik menjelaskan, tahun 2021, PT PKN melakukan pendampingan terhadap total 63 petani, yang terdiri dari 32 petani lama dan 31 petani baru di Bulungan. Di mana petani itu, tersebar di lima desa. Masing-masing 43 petani di Desa Sajau, 8 di Kelubir, 5 di Tengkapak, 5 di Bentiang dan 2 di Antutan. Kemudian terdapat 9 kebun produktif yang mampu memproduksi 114 kilogram (Kg) kakao.
“Sepanjang tahun 2021, perusahaan kami mendistribusikan bibit kakao kepada 18 petani dengan total 4.064 bibit. Selain itu, ada 1.607 pohon yang direhabilitasi kebun sambung samping. Artinya, tersisa 492 pohon yang belum disambung samping dari target sebanyak 2.099 pohon.
Program budidaya kakao bahkan berkolaborasi dengan pendidikan, diantaranya pelajar dari SMK 1 Tanjung Palas dalam proses kebun sambung samping,” jelasnya.
Selain itu, pengembangan program juga dilanjutkan dengan pembibitan model sambung pucuk. Menyediakan lahan kebun entres di demplot pembibitan Desa Sajau. Lalu perluasan kebun, rehabilitasi kebun hingga hilirisasi. Menghasilkan kakao kualitas terbaik, menjadi sebuah produk berupa cokelat.
“Produk kakao pasca panen, diolah menjadi cokelat sebagai kebijakan program dari hulu sampai hilir. Dinamakan Cokelat Pesona Bultiya yang sudah menjadi bagian dari perencanaan sejak awal pendampingan terhadap komoditas kakao,” ujarnya.
Ditambahkan, Superintendent Community Development PT PKN, Muhammad Yusuf B bahwa, sebagai upaya pengembangan dan penanganan pasca panen, biji kakao diolah lebih maksimal. Sehingga memberikan nilai jual yang lebih tinggi dan menguntungkan petani kakao.
Perusahaan dalam mendukung program pemerintah, mengembangkan komoditas kakao sebagai produk lokal di Bulungan, Kalimantan Utara. Olahan kakao menjadi cokelat, menjadi yang pertama di provinsi paling bungsu di Indonesia ini.
“Setelah dua tahun berjalan, cokelat yang dihasilkan kini dapat dikomersilkan. Melalui proses fermentasi terbaik dari biji kakao terbaik, kini menjadi Cokelat Pesona Bultiya yang mengandung 35 persen kakao,” bebernya. (rhl/nr)