Debut Oldskool Rapper Kaltara, Singgung Isu ‘Mental Mantel’

narahubung.id – Skena musik Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali kedatangan genre musik baru, yakni Oldskool Rapper. Alpha dan Baraqq, mahasiswa asal Bulungan yang menempuh pendidikan di Yogyakarta ini baru saja merilis lagu dan Video Klip perdananya.

Alpha yang menggandeng Barraq untuk featuring merilis lagu yang berjudul “Life With Struggle”. Pada Videoklipnya, Alpha menyebut mengangkat isu ‘Mental Mantel’ yang menganologikan setting jembatan sebagai atap dan hujan sebagai masalah yang datang.

“Objek tempat yang dipilih merupakan jembatan yang dianalogikan atap, hujan itu ibarat masalah dalam kehidupan itu. Begitu banyaknya manusia itu berlindung di atap. Ibaratnya masalah yang datang itu sebagai hujan yang begitu banyak orang lari dari masalah itu. Mangkanya yang ku tekan kan itu ‘mental mantel’,” kata Alpha kepada narahubung.id, Jumat (27/01/2023).

Ia mengatakan bahwa saat ini banyak manusia yang seolah takut akan menghadapi masalah yang datang. Sehingga, filososi ‘mental mantel’ itu yang diangkatnya.

“Mental mantel itu ibarat hujan sedikit kan sudah langsung pakai mantel. Mangkanya, kalau misalnya ada masalah itu dihadapi, bukan lari kayak gitu,” ungkapnya.

Produksi Videoklip ini sendiri berlokasi di Yogyakarta, tepatnya di jembatan Janti/Flyover Janti. Flyover Janti sendiri sudah tak aktif seperti dulu karena sudah tidak bisa dilalui kendaraan.

“Flyover itu juga sering digunakan menjadi tempat tindakan asusila. Itulah kenapa memilih Flyover Janti menjadi Spot light,” ucapnya.

Menurut Alpa, lirik pada lagu ini adalah masalah pada masing-masing personal dan tiap masalah selalu memiliki jalan keluar.

“Disini aku pengen mengingatkan kepada orang-orang kalau ada masalah itu harus dihadapi, jangan dihindari pasti ada solusinya,” bebernya.

Kemudian, Sperti lirik pada lagu ini “Kusebrangi sungai dengan seutas tali, pelajar daerah berjalan tuk menutut ilmu” itu ibarat perjuangan anak-anak di daerah dan anak-anak di Jawa sangat berbeda.

“Anak- anak di jawa dengan fasilitas yang mumpuni yang ada semua dengan disini ibaratnya anak didaerah katakanlah sangat beda. Jadi, aku pengen ngasih tau anak muda yang ada di Jawa ini agar banyak bersyukur, karena masalahnya tidak sekompleks masalah yanga ada pada kita di daerah, terutama masalah infrastruktur,” sebutnya.

Ia mengaku bahwa projek ini pertama kali diajak oleh baraqq sekitar dua bulan yang lalu di Yogyakarta dan berniat untuk menyampaikan bahwa ada genre musik yang tersegmentasi seperti ini.

“Artinya saya berharap agar pesan yang ada di lirik bisa sampai. Saya ingin ngasih tau kalau di daerah ku bahwa ada genre musik seperti ini. Walaupun pelakunya bukan hanya saya. Cuman, aku cuma mau nunjukin seperi itu. Walaupun segmented audiensnya yang penting aku sudah coba ngenalin khalayak luas soal Oldskool Rap genre dan tidak ada salahnya,” tutupnya.(rhl)

Berita Lain