Dies Natalis ke-75, HMI Tanjung Selor Gelar Dzikir dan Doa Bersama
narahubung.id – Dalam rangka memperingati dies natalis ke-75, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Tanjung Selor menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Langgar Baiturahman, Jalan Kedondong, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Sabtu (5/2/2022).
Kegiatan yang dihadiri sejumlah alumni HMI ini juga dirangkai dengan refleksi perjalanan HMI serta pidato kebangsaan.
Ketua HMI Tanjung Selor, Muhammad Bahasyim mengatakan, selama 75 tahun HMI telah berkiprah menjadi organisasi perjuangan dengan dua komitmen besar, pertama mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mempertinggi derajat bangsa Indonesia yang dikenal dengan komitmen kebangsaan.
“Kedua Menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam, yang dikenal dengan wawasan keislaman atau keumatan.
Kedua komitmen ini yang membuat organisasi ini tetap bertahan dan eksis sampai hari ini. Dibekali niat yang tulus dan ikhlas demi mengharap ridho dari Allah SWT. Sebagaimana yang tertuang pada pasal 4 AD/ART HMI,” ujarnya kepada narahubung.id.
Muhammad menuturkan, di usianya ke 75 ini apa yang telah, sedang dan akan dilakukan HMI untuk mewarnai pembangunan bangsa menjadi tantangan besar yang harus dijawab.
“Menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu melakukan otokritik sekaligus melihat kembali warisan HMI dalam konteks sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Lahir dari rahim ibu pertiwi pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta dengan Lafran Pane sebagai pemrakarsanya, HMI telah meletakkan fondasi keislaman dan keindonesiaan tidak dalam oposisi biner, melainkan dalam posisi yang seimbang dan saling mendukung,” katanya.
“Komitmen keislaman dan keindonesiaan ini diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga telah menjadi ortodoksi tersendiri di dalam tubuh himpunan tentunya pada cara beragama yang baik dan benar,” sambung dia.

HMI Tanjung Selor kata pria lulusan Universitas Kaltara ini, ingin menunjukan peran konkret dalam menterjemaskan visi organisasi.
“Dalam konteks perjalanan sejarah panjang perjuangan HMI. Selanjutnya melihat kondisi di daerah, kami ingin mempertegas posisi HMI Tanjung selor sebagai “Agent of Change and Social Control of Public Policy” (agen perubahan dan kontrol sosial kebijakan publik) sebagai penyeimbang informasi kepada masyarakat di Bulungan pada khususnya dan Kaltara pada umumnya,” terangnya.
Pada milad HMI ke 75 ini kata Muhammad, ia bersama jajaran HMI Cabang Persiapan Tanjung Selor kembali merefleksikan kembali sejarah awal kehadiran HMI Bumi Tenguyun sebagai wadah pengembangan intelektual mahasiswa, pembela kaum tertindas, menumpas segala bentuk ketidakadilan dan penyambung lidah masyarakat.
“Semua itu harus selalu kita pertahankan jika perlu di tingkatkan. Namun perlu di ingat kembali krisis moral ini juga disebabkan lemahnya pondasi kita dalam beragama dan ber-islam sehingga segala yang kita perbuat tidak mampu mencerminkan sosok tauladan,” ujarnya.
“Mengutip sabda baginda nabi SAW; Akan datang suatu zaman kepada manusia dimana orang yang memegang agamanya ibarat orang yang menggenggam bara api. (HR Tirmidzi 2140),” pungkasnya. (dc/nr)