Digelar 6 Hari, Benuanta Fest 2K23 Suguhkan Penampil dari Berbagai Etnis di Kaltara
TANJUNG SELOR – Benuanta Fest 2K23 yang mengusung konsep, salah satunya Folk (rakyat), digelar selama 6 hari. Dengan menyuguhkan puluhan penampilan dari berbagai etnis dan suku di Kalimantan Utara.
Masyarakat dapat menyaksikan penampilan pada pagi dan sore hari pada panggung utama, di Lapangan Agathis Tanjung Selor. Penampilan yang disajikan berasal dari Etnis Bulungan, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia dan Dayak Okolod.
Selanjutnya, penampilan pada 31 Oktober berasal dari Etnis Dayak Lundayeh, Dayak Kayan, Dayak Bulusu, Persekutuan Dayak Tahol Indonesia dan Dayak Sa’ban.
Sementara, pada Rabu (1/11), diisi dengan penampilan dari Etnis Dayak Tenggalan, Orkes Gambus Al Ikhwan Kampung Arab, Dayak Punan, Tidung dari Forum Komunikasi Warga Tidung dan Kerukunan Keluarga Batak Tanjung Selor.
Dijadwalkan, pada 2 November akan tampil Etnis Dayak Agabag, Dayak Merap dan Ikatan Keluarga Minangkabau. Pada 3 November, penampian berasal dari Kerukunan Keluarga Kawanua, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan dan Parisada Hindu Dharma Indonesia.
Kerukunan Bubuhan Banjar Kaltara, Kerukunan Keluarga Maluku “Pela Gandong”, Etnis Dayak Kenyah, Jawa dan Kerukunan Keluarga Besar NTT dipastikan akan tampil.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara Dr Njau Anau, S.Pd, M.Si mengatakan, Folk Benuanta Fest 2K23 menjadi bagian pengembangan dan mengangkat eksistensi budaya lokal.
Njau meyakini kegiatan ini memberi dampak positif terhadap perekonomian dan geliat pariwisata daerah.
“Penampilan budaya dari berbagai etnis dan suku ini menggambarkan kehamornisan masyarakat Kaltara. Keragaman yang ada memberikan keindahan warna, ini yang selanjutnya perlu kita refleksikan dalam kehidupan sehari hari,” ungkap Njau.
Dia pun berharap, kegiatan ini bisa memberi berbagai dampak positif. Mulai dari menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat, mengangkat keragaman budaya di Kaltara, promosi wisata hingga peningkatan geliat ekonomi. (*)