Dinas Pertanian: Pembangunan JIAT Bersumber dari DAK
narahubung.id – Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Bulungan, Achmad Yani menyebut pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) telah dimulai sejak tiga bulan yang lalu.
Anggaran DAK tersebut diserahkan langsung ke rekening kelompok petani yang menerima bantuan.
“Total ada tujuh kelompok petani di tujuh desa yang menerima. Dimana, satu titik jaringan irigasi air tanah dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp 266 juta. Anggaran itu sudah termasuk pipa dan mesin,” jelas Yani kepada narahubung.id, Minggu (5/11/2021).
Menyoal arahan bupati untuk melakukan kajian varian di setiap wilayah. Yani menyatakan bahwa hal itu sudah dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di beberapa titik.
“Sudah ada pemetaan dan hasil kajian yang dilakukan varietas cimelati serta varietas tarabas cocok saja ditanam di Bulungan,” ungkapnya.
Sejuah ini, Desa Wanomulyo memang belum ditetapkan sebagai wilayah penyuplai beras ke ASN. Karena sekarang ini masih dari Sajau Hilir. Tetapi, kedepan sudah ada arah ke sana.
“Sekarang ini saya mau merubah mindset petani. Jika dahulu petani berpikiran menanam padi hanya untuk konsumsi sendiri. Saya ingin mindset itu berubah bahwa pertanian ini bisa menjadi ladang usaha,” ujarnya.
Apalagi sejauh lahan pertanian di Bulungan cukup berpotensi besar. Bahkan, di Wanomulyo saja memiliki potensi seluar 150 hektare (ha) dan sekarang ini baru digarap sekitar 60 ha. Artinya, masih ada yang belum digarap secara maksimal.
“Nah, dengan ada jaringan irigasi air tanah ini bisa menambah luasan lahan pertanian disini (Wonomulyo). Selain itu, indeks penanaman (IP) juga saya harapkan bisa terus meningkat,” pungkasnya. (rhl/nr)