Dorong Kolaborasi SMK dan Industri
narahubung.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Kaltara diharapkan menjadi tempat penghasil Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di berbagai bidang industri. Oleh karena itu, SMK dan Industri merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan.
Energi Nusa Mandiri (ENM) Group melalui PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) menggelar penandatanganan MoU dengan beberapa pihak pada, Selasa (17/01/23).
Diantaranya, PT PKN dengan Politeknik Negeri Jember, pusat penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Seameo Qitep In Sciene dan SMKN 2 Tarakan.
Kepala Sekolah SMKN 2 Tarakan, Eko Dani Wariyanto mengatakan, melalui penandatanganan kerjasama MoU ini, pihaknya akan melakukan penyelarasan kurikulum dengan muatan-muatan isu yang ada di industri tersebut.
“Kita akan melakukan penyelarasan kurikulum dengan muatan-muatan isu yang ada di industri tersebut meminta bagaimana. Tapi, sekarang di sekolah itu dibenarkan untuk menerima ilmu seperti apa yang dibutuhkan. Itu yang kita masukan di kompetensi,” kata Eko kepada narahubung.id pada acara penandatanganan MoU di Hotel Luminor, Selasa (17/01/23) Malam.
Pihaknya sebisa mungkin akan mengadopsi kebutuhan industri untuk dapat membagi ke sekolah. Apalagi, saat ini SMK sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar.
“Kami sudah menggunakan kurikulum merdeka belajar, artinya kosentrasi ke dunia pelajar itu jauh lebih besar porsinya untuk mempersiapkan diri bagi siswa agar siap di dunia kerja, itu yang harus digaris bawahi,” ucapnya.
Selain itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Tarakan sekaligus Ketua SMK se-Kaltara ini juga menyebut akan melaksanakan Pelatihan kerja lapangan (Prakrin) di tempat kerja industri selama enam bulan.
“Ini adalah salah satu cara mentransfer budaya kerja industri ke siswa kita. Jadi, kedepan anak SMK itu sudah bisa melaksanakan budaya kerja seperti industri,” sebutnya.
Dengan adanya MoU ini, seluruh pihak, baik sekolah maupun perusahaan telah berusaha memasukkan semua unsur-unsur yang ada di industri menuju sekolah.
“Sehingga, tidak ada lagi rasa canggung untuk menerima anak-anak SMK ini ke industri nantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Bulungan, Suparmin Setto menyambut baik penandatanganan Mou tersebut dan menyebut ini pembangunan cerah masa depan SDM.
“Artinya, banyak alternatif-alternatif yang ditawarkan, dan ini peluang yang lebih bagus. Tawaran untuk anak-anak kita kedepan itu cukup banyak,” jelasnya.
Suparmin menyebut, pihak pemerintah dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan membuka seluas-luasnya peluang kerjasama bagi program prusahaan.
“Kalau perusahaan mau masuk kesekolah kita terbuka, karena berkolaborasi itu saling melengkapi, sekolah juga punya keterbatasan. Jika ada peluang untuk memberikan ilmu ke sekolah tentu kita sambut baik,” sebutnya.
Oleh sebab itu, ia mengungkapkan bahwa rasa terimakasih kepada perusahaan yang memperhatikan dalam pengembangan sdm di tingkat pendidikan.
“Kita pemerintah punya keterbatasan, oleh karena itu harus berkolaborasi. Karena generasi indonesia kedepannya adalah anak yang cerdas, anak yang kreatif, yang bisa berkomunikasi dan bisa berkolaborasi, seperti kurikulum Merdeka Belajar,” tutupnya.(rhl)