Dorong Konsumsi Pangan Lokal, TP-PKK Kunjungi TTIC Kaltara

narahubung.id – Jajaran pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltara mengunjungi Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) di Jalan R.A Kartini, Tanjung Selor, Bulungan, Kamis (12/8/2021).

Ketua TP-PKK Kaltara Rachmawati Zainal mengatakan, zaman sekarang pangan telah menjadi gaya hidup, termasuk beragam pangan lokal serta inovasinya. Berbagai olahan produk pangan lokal misalnya dari singkong mudah ditemukan dan menjadi inovasi yang mengikuti perkembangan zaman. 

“Setelah tadi saya berbelanja langsung ke pasar untuk membeli beberapa bahan baku, saya melihat banyak sekali pangan lokal yang bisa kita olah menjadi makanan siap saji. Begitu juga ketika saya berkunjung ke Toko Mitra Tani ternyata bervariatif semua bahan baku dan makanannya. Seperti tepung ubi yang siap diolah menjadi makanan siap saji, ini bisa jadi ciri khas kita kedepan,” ujarnya.

Rachmawati menuturkan, restorasi budaya pangan nusantara berbasis pangan lokal dipandang sangat penting untuk dilakukan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah bersama masyarakat.

“Kedepan prospek pangan lokal ini sangat bagus. Kami memiliki kader-kader di tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten. Melalui kader-kader kami setiap waktu setiap saat harus giat memasarkan pangan lokal kita dengan cara kalau setiap ada acara harus menggunakan makanan lokal,” katanya.

Lanjut, Istri orang nomor satu di Kaltara ini menyebut pangan lokal dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki ekonomi daerah. Hal itu ditunjang dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 Tahun 2021 tentang Pengembangan Pangan Lokal Di Provinsi Kalimantan Utara.

“Selain tepung yang terbuat dari ubi, kita juga punya beras, jagung dan beberapa komoditas lainnya. Apalagi sudah ada Pergub yang mendukung itu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kaltara Wahyuni Nuzband melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan Diana Risawaty menuturkan, rangkaian kunjungan Ketua TP-PKK merupakan bagian dari upaya mensosialisasikan Pergub Nomor 25 Tahun 2021.

“Jadi kita menginginkan pangan lokal ini menjadi suatu gerakan, tidak hanya sebatas promosi agar semua masyarakat Kaltara dapat berpartisipasi dalam mengembangkan pangan lokal,” terangnya.

Diana menambahkan, begitu banyak potensi pangan yang ada di Bumi Benuanta -sebutan untuk Kaltara, yang harusnya bisa dimaksimalkan.

“Seperti kita ketahui banyak pangan lokal yang ada di sekitar kita, namun kita kurang menghargai. Kita lebih suka menggunakan produk luar. Hal-hal itu lah yang perlu terus kita gali, misal kita dorong UMKM pangan untuk mengolah pangan lokal untuk menjadi makanan yang menarik,” pungkasnya. (adv/nr)

Berita Lain