DPP PDIP Tunda Umumkan Dukungan untuk Kaltara

Norhayati Andris
Norhayati Andris

TANJUNG SELOR, narahubung.id – PDI Perjuangan resmi mengumumkan 75 pasang kandidat yang akan diusung di Pilkada Serentak 2020. Hanya saja, dari nama-nama itu tidak ada dari Kaltara.

Pengumuman ini adalah gelombang ketiga setelah pengumuman pertama 19 Februari dan 17 Juli 2020. Pengumuman itu langsung disaksikan oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, secara virtual, Selasa (11/8/2020).

Sekertaris DPD PDIP Kaltara, Norhayati Andris mengatakan, sesuai surat edaran dari DPP PDIP harusnya Kaltara masuk daftar daerah yang diumumkan hari ini.

“Namun saya ditelepon oleh mas Adi, Kepala Sekertariat DPP PDI Perjuangan jam 11 malam ada penundaan khusus untuk pengumuman bakal calon tingkat provinsi. Kita bagian dari tiga yang tertunda, yaitu Kalimantan Utara, Jambi dan Kepulauan Riau,” ujarnya kepada narahubung.id.

Meski demikian, Norhayati tak mempermasalahkannya. Dia mengaku mendapatkan informasi bahwa rekomendasi untuk Kaltara akan diumumkan berikutnya.

“Pertimbangan dari Ibu Megawati untuk kelas bakal calon kabupaten/kota dan provinsi itu karena mencari waktu yang pas dan hari yang lebih baik,” imbuhnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Kaltara ini menegaskan, meski dukungan paslon untuk Kaltara urung diumumkan, bukan berarti partai berlambang banteng ini belum memiliki jagoan.

“Sudah ada satu nama yang dipilih oleh Ibu. Namun hanya menyampaikannya saja mencari waktu yang sesuai dan mungkin momen yang pas sehingga nanti euforia penyampaiann itu ada gregetnya,” kata dia.

Menurut Norhayati, nama rekomendasi untuk Pilkada Kaltara bakal diumumkan pada fase 4 atau jelang batas waktu pendaftaran di KPU. “Saya berdoa mudah-mudahan pas ditanggal 17 Agustus kemerdekaan RI Ibu Megawati bisa menyampaikan euforia bakal-bakal calon dari tiga provinsi itu,” imbuhnya.

Lanjut, Norhayati tak menyebut ihwal siapa jagoan yang bakal didukung PDIP di Pilkada Kaltara 2020. “Kita juga sama-sama menunggu karena kami juga belum tahu siapa yang akan disebut oleh Ibu Megawati,” pungkasnya. (dc/nr)

Berita Lain