Dua Wartawan Jadi Korban Meriam Air Saat Meliput Demo Tolak Omnibus Law

Arief, wartawan Tarakan TV mendapat luka di kepala dan tangannya patah setelah dihantam meriam air. (Foto : Istimewa)
Arief, wartawan Tarakan TV mendapat luka di kepala dan tangannya patah setelah dihantam meriam air. (Foto : Istimewa)

TARAKAN, narahubung.id – Dua wartawan menjadi korban meriam air saat aksi unjuk rasa terjadi di depan Gedung DPRD Kota Tarakan yang berujung bentrok, Rabu (7/9/2020).

Arief, wartawan Tarakan TV mendapat luka di kepala dan tangannya patah setelah dihantam meriam air saat hendak mengambil gambar dari atas pagar kantor DPRD.

Sementara fotografer SKH Radar Tarakan, Ifransyah juga mengalami luka dibagian tangan.

Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Dari video yang beredar, kejadian ini bermula saat pengunjuk rasa mencoba masuk ke Gedung DPRD Kota Tarakan untuk menyampaikan aspirasinya.

Namun sial, saat hendak menangkap momen demonstrasi itu, diwaktu yang bersamaan aparat kepolisian juga menembakkan meriam air ke arah kerumunan massa.

Keduanya pun jatuh tersungkur dan langsung ditolong oleh para demonstran lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, keduanya masih dirawat di Rumah Sakit setempat. (dc/nr)

Berita Lain