Ekspedisi Literasi di Tapal Batas

narahubung.id – Di usia nya yang kelima, Literasi Jalanan Tarakan terus bergerak dalam perjuangan menebar literasi bagi masyarakat Kaltara, khususnya anak-anak hingga ke pelosok perbatasan.

Di tahun kelimanya ini, Literasi jalanan Tarakan kembali memulai Ekspedisi kedua nya di Kampung lourdes, Desa sungai limau, Kecamatan Sebatik Tengah Dusun Berjoko, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia setelah sebelumnya Ekspedisi pertama di Kelurahan mansalong, Kecamatan Sembakung Atulai, Desa Tulang, Kabupaten Nunukan.

Berkolaborasi dengan Perpustakaan Jalanan Nunukan, ekspedisi kedua ini memiliki berbagai macam kegiatan untuk anak-anak diperbatasan, salah satunya kegiatan mengajar dan outbound di SDN 005 kampung lourdres.

Ketua Literasi Jalanan Tarakan, Rizky Fauzi mengatakan, bahwa program Ekspedisi di Tapal Batas ini murni merupakan dari hasil kolektifan anggota yang sebagian besar merupakan mahasiswa yang ada di Tarakan.

“Program Ekspedisi sendiri rencananya kita program kan setahun sekali, dan kita tidak ada open volunter gitu, kita hanya bikin flayer yang ingin ikut dan turut membantu langsung bisa DM melalui Instagram @Literasijalanantrk,” kata Rizky kepada narahubung.id melalui sambungan telpon, Jumat (28/1/2022).

Ditahun kelima nya, Literasi Jalanan Tarakan tetap konsisten dan aktif dengan dana kolektifan dan mandiri yang dikumpul oleh rekan-rekan mahasiswa dan pelajar didalamnya.

“Selain kegiatan ekspedisi, kita juga seminggu sekali buka lapak di daerah Taman Berlabuh Tarakan, dan Taman Pesisir, Lingkas Ujung pada hari Kamis dan Sabtu mulai jam 16.30 hingga 17.45 Wita,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, selain kegiatan tersebut, Literasi Jalanan Tarakan juga memiliki kegiatan Bulanan yaitu membuka lapak buku dan fun games untuk anak-anak diluar Tarakan.

“Untuk stok buku sendiri, kita banyak menerima sumbangan dari berbagai macam jaringan literasi diluar, salah satunya RUBARAKSARA dan masih banyak lagi,” ucapnya.

Ia mengaku, di ekspedisi kedua yang berlokasi di Kampung Timur, eks buruh migran TKI Malaysia ini sangat bermanfaat dan membekas bagi Literasi Jalanan dalam menebar daya tarik baca untuk anak-anak sejak dini.

“Disetiap ekspedisi, kita selalu berbaur dengan masyarakat, sasaran utamanya ialah anak-anak di daerah yang minim sekali terjangkau dalam ilmu literasi,” pungkasnya.

Program Ekspedisi mengajar dari Literasi Jalanan Tarakan ini pun berlangsung hingga seminggu kedepan, dan diharapkan bisa terus berkembang serta menjangkau literasi bagi anak-anak yang berada di pelosok Kaltara. (rhl/nr)

Berita Lain