GMNI Gelar Distuy, Bahas Peran Perempuan Dalam Dunia Pendidikan
TANJUNG SELOR, narahubung.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bulungan menggelar Diskusi Santuy (Distuy) dengan topik “Peran Perempuan Dalam Dunia Pendidikan”, pada Minggu (2/52021).
Menghadirkan Anggota DPRD Bulungan Farida Silviawati dan Ketua PA GMNI Kaltara Dwi Harsunu, diskusi ini membahas sejauh mana peran perempuan dalam suksesnya pengembangan pendidikan.
Farida mengatakan, perempuan sangat besar peranannya dalam membangun proses pendidikan di dalam keluarga.
“Karena perempuan itu adalah madrasah pertama dalam keluarga. Jadi pendidikan di rumah berawal dari seorang ibu,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat ini menuturkan, secara makro, era digital melahirkan tantangan tersendiri bagi perempuan dalam andilnya memajukan dunia pendidikan.
“Di masa kemajuan teknologi yang sarat dengan dengan kontaminasi gadget apalagi di masa pandemi ini harus belajar melalui daring bagaimana peran sorang ibu adalah bagaimana caranya memfilter konten-konten yang memicu kekerasan terhadap anak,” katanya.
Minimnya pendidikan karakter di sekolah-sekolah juga jadi atensi Anggota Komisi III ini. “Peranan perempuan sangat penting untuk mendidik anak-anaknya di rumah dalam pembentukan karakter dan budi pekerti. Karena nilai-nilai ini sangat kurang sekarang,” ucap dia.

Sementara itu, Dwi Harsunu menerangkan, upaya yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, berakibat pada pembatasan berbagai aktivitas termasuk di antaranya sekolah.
“Untuk itu perempuan memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter anak. Situasi ini bukan hanya menjadi tantangan bagi siswa atau guru, namun juga orangtua. Dalam hal ini ibu,” urainya.
Perempuan dengan perannya dapat melatih serta menanamkan kebiasaan kepada anak untuk menjadi pembelajar mandiri melalui berbagai kelas daring atau webinar yang diikuti oleh setiap pelajar.
“Dengan peranan perempuan saya berharap kedepan dunia pendidikan kita bisa lebih maju,” tutupnya. (dc/nr)