Hasto Wardoyo Pastikan Pendamping Keluarga Jalankan Tugas di Kaltara
narahubung.id – Dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo kembali hadiri dalam rapat kerja daerah (Rakerda) program bangga rencana dan percepatan penurunan stunting, di gedung gabungan dinas (Gadis) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Jumat (3/6/2022).
Pada kesempatan itu Hasto memastikan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di Kaltara siap menjalankan tugasnya sebagai pedamping keluarga berencana di kabupaten/kota di Kaltara. Menurut Hasto, sekitar 1700 pendamping keluarga yang ada dianggap cukup untuk menuntaskan permasalahan stunting yang ada.
“Untuk mengawal kulitas SDM itu harus didampingi. Mangkanya, tim pendamping ini menjadi tugas utama, mulai dari yang mau hamil, yang melahirkan agar bayi nya itu tidak stunting. Agar SDM dari Kaltara bisa berkualitas nantinya. Mengawal kaltara agar SDMnya unggul,” kata Hasto kepada narahubung.id, Jumat (3/6/2022).
Mantan Bupati Kulon Progo itu menuturkan, TPK yang ada diyakini mampu menjangkau dan melayani masyarakat hingga ke wilayah pedalaman.
“Untuk di daerah perbatasan sendiri, seperti Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan itu harus lebih kerja keras, bahwa pesan dari Presiden Jokowi, memang yang diperbatasan ini jangan sampai ada yang di tingga,” jelasnya.
Secara medis kata Hasto, usia ideal seorang wanita hamil yakni 20 tahun hingga 35 tahun.
“Hamil, usia paling muda itu 20 tahun, nikah 19 tahun hamil saat usia 20 tahun. Jangan hamil usia 17 tahun atau 15 tahun. Kalau umur 15 tahun hamil itu seharusnya badan masih tambah panjang, tulangnya masih tambah padat. Nah, itulah kelemahannya hamil disaat masih muda. Maka, ibu-ibu sekalian, jangan muda jangan terlalu tua saat hamil, batasnya yaitu usia 35 tahun,”ungkapnya.
Kemudian, berdasarkan dari data Pemprov Kaltara saat di presentasikan masih ada angka kasus stunting tinggi yang tinggal di wilayah perbatasan dan memastikan TPK pun ada tinggal daerah tersebut.
“Sehingga mereka bisa menghadapi permasalahan tersebut, melayani mendampingi dari tim TPK,” ucapnya.
Diketahui, anggaran yang dikucurkan BKKBN untuk operasional pencegahan stunting di Kaltara sebesar Rp 15 miliar.
“Khusus untuk operasional kegiatan ini tahun 2022 kita berikan sebesar Rp 15 miliar untuk di Kaltara,” ucapnya.
Bahkan, kata Hasto Wardoyo TPK akan memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mulai dari edukasi prakonsepsi untuk calon pengantin.
“Termasuk kita berikan Pil, IUD, Implan, sesuai dengan apa yang diminta masyarakat, jangan sampai masyarakat yang ingin dilayani tapi kita tidak ada barangnya, dan kita gratiskan bagi mereka membutuhkan,” ucapnya. (adv/rhl)