Jalan Penghubung Krayan Lumpuh Total

narahubung.id – Jalan penghubung milik provinsi Kaltara yang menghubungkan Long Layu dan Long Bawan di Krayan lumpuh akibat longsor yang menutupi sekitar 200 meter dengan lebar badan jalan 8 meter.

Akibatnya, akses mobilisasi orang dan bahan bakar minyak serta logistik yang berpusat di Long Bawan lumpuh total. Dalam hal ini, dinas PUPR Perkim tidak bisa berbuat banyak. Sebab, kondisi tanah yanh saat ini masih terus bergerak.

“Penanganan sementara, tidak ada. Karena, kemaren warga sempat membuat jembatan untuk kendaraan lewat untuk orang lewat, itu runtuh lagi, longsor lagi. Karena memang titik longsor yang ada saat ini masih bergerak,” kata Kepala Dinas PUPR Perkim Kaltara, Datu Iman Suramenggala saat dijumpai dikantornya, Jumat (16/9/2022).

Datu Iman mengungkapkan, sebelumnya masyarakat berupaya membuat jembatan sementara untuk akses mobilisasi. Namun, 3 hari kemudian saat tim PUPR Perkim mengunjungi lokasi jembatan tersebut sudah tidak ada lagi.

“Jadi, begitu longsor pertama masyarakat bergerak, langsung dibuatkan disisi tebing jembatan untuk bisa lewat. Jadi minyak itu dilansir, dipikul pakai jerigen. Saat kami datang, 3 hari berikutnya sudah tidak ada itu, sudah runtuh, runtuh habis. Mangkanya, kami tidak merekomendasi untuk disentuh dulu,” ujarnya.

Hasil pantauan tim dilokasi, telah muncul retakan pergerakan tanah. Maka dari itu, pihaknya tidak merekomendasikan penindakan.

“Khawatirnya, saat beraktivitas longsor lagi,” ucapnya.

Saat ini, pihak PUPR Perkim merencanakan untuk membuat jalan alternatif baru. Sebab, jalan yang saat ini sudah tidak bisa digunakan lagi.

“Penanganannya kita bikin jalan baru, karena jalan longsor itu sudah tidak bisa kita gunakan. Jadi, kesimpulannya kita akan menangani segera jalan itu dengan membuat alternatif jalan baru,” jelasnya.

Pengerjaan jalan baru tersebut sekitar 300-400 meter dengan estimasi pengerjaan 1 sampai 2 bulan lamanya. Sebab, dengan cara memotong gunung.

“Kita cari alternatif lain dengan cari jalan baru menyusuri gunung sebelah. Jalan baru itu aman, karena tidak tebing,” sebutnya.

Terkait rencana pembangunan jalan baru, tujuan jangka pendek ialah agar jalur distribusi di daerah perbatasan itu dapat kembali normal. Karena itu, target pembangunan jalan baru tidak sampai kondisi jalan agregat ataupun kondisi jalan aspal.

“Yang penting orang dan logistik bisa lewat, lebarnya 5 meter untuk yang akan kita buka,” tutupnya. (rhl/nr)

Berita Lain