Jalin Silaturahmi dengan Penerima Beasiswa, PT PKN Gelar Buka Puasa Bersama

narahubung.id – PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN), anak usaha Energi Nusa Mandiri (ENM) Group menggelar acara buka puasa bersama pelajar putera puteri Bulungan penerima beasiswa prestasi di Desa Bumi Rahayu, Tanjung Selor, pada Minggu (17/4/2022).

Direktur Bisnis dan Development PT PKN, Tria Suprajeni mengatakan, buka puasa bersama sudah menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan. Salah satu tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturahmi.

“Kita memang mengkhususkan datang untuk bersilaturahmi dengan adik-adik penerima beasiswa ini. Karena praktis memang di saat pandemi kita sedikit terhalang walau secara daring juga kita lakukan,” ujarnya.

Tria menuturkan, beasiswa yang diberikan PT PKN merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di bidang pendidikan. Pemberian beasiswa sendiri merupakan kerja sama PT PKN dengan Seameo Centre Indonesia.

“Suatu daerah akan maju kalau masyarakatnya maju. Hal tersebut erat kaitannya dengan pendidikan. Melalui beasiswa yang diberikan, kita ingin mendorong semua terutama anak muda itu mesti belajar harus memiliki pengetahuan,” katanya.

Tria menambahkan, CSR menjadi bagian dari langkah nyata PT PKN untuk berperan aktif memberikan kontribusi meningkatkan kualitas masyarakat yang ada di Kabupaten Bulungan.

“Ini sudah menjadi bagian dari visi misi kita, bagaimana bermanfaat bagi masyarakat sekitar dengan terus memberikan kontribusi,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator 7 Seameo Centre Indonesia, Gatot Haripriowirjanto, Koordinator 7 Seameo Centre Indonesia menungkapkan, program yang dikembangkan oleh Seameo bersama 4 perguruan tinggi dan PT PKN menjadi pendekatan baru di dunia pendidikan.

“Saya belum pernah melihat suatu industri pertambangan memberikan beasiswa mulai dari SMP, SMA sampai perguruan tinggi dan ini saya apresiasi kepada PT PKN,” ujarnya.

PT PKN kata Gatot, sangat serius dalam merencanakan pendidikan bagi para pelajar penerima beasiswa.

“Kita sudah membahas ini hampir 5 bulan. Kita diskusi bagaimana potensi pertaniannya, perternakannya kemudian perikanannya bagaimana. Ini untuk melihat potensi mereka dan dari segi pemberdayaan anak-anak kita untuk pengembangan sumber daya alam kita,” jelasnya. (adv/nr)

Berita Lain