Kades Kelubir: Peran PT PKN Inisiasi Konsep Pentahelic Berjalan Dengan Baik
narahubung.id – Kontribusi PT Pesona Katulistiwa Nusantara (PKN) melalui program Community Development (Comdev) atau CSR dalam pengembangan cluster jagung sebagai sebuah gagasan pengembangan cluster ekonomi baru di desa kelubir. Mengembangkan potensi desa melalui cluster jagung dengan prinsip kemitraan dan kolaborasi di dalamnya.
Masyarakat menyajikan langsung bagaimana peran PT PKN dalam inisiasi sebuah konsep pentahelix model dimana semua elemen berkolaborasi, mulai pemerintah daerah, dinas pertanian, dinas pu, perguruan tinggi, pihak perusahaan, media dan masyarakat berjalan dengan baik.
Kepala Desa Kelubir, Mardi mengatakan dalam hal ini terus berkolaborasi mendiskusikan dan memecahkan setiap tantangan yang ada. Seperti salah satu contoh tantangan besar yang di hadapi petani kita adalah keterbatasan aspek akses pupuk subsidi.
“Kami banyak belajar bagaimana mengembangkan potensi desa kelubir melalui cluster jagung dengan prinsip kemitraan dan kolaborasi. Hari ini juga kita bersepakat, dalam rangka pengembangan cluster jagung sebagai sebuah gagasan pengembangan cluster ekonomi baru di desa Kelubir,”ujarnya saat kami temui di kegiatan panen dan penanaman jagung di desa Kelubir, Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan pada, Kamis (4/11/2021).
Mardi juga menjelaskan bahwa memiliki strategi bersawah yang dikembangkan dengan prinsip kemitraan dan kolaborasi dengan pihak PT PKN.
“Peningkatan ketersediaan infrastruktur dan saprodi pertanian, peningkatan kapasitas dan kuantitas SDM Unggul Dibidang Pertanian, menumbuhkan akses pasar, menjadikan masyarakat subjek dalam pencapaian program, dan diversifikasi usaha semua ini dilakukan dengan prinsip kemitraan dan kolaborasi dengan pihak PKN,”jelasnya.
Ia juga mengungkapkan mencoba skema nusantara yang digagas bersama sebagaimana menyediakan akses pupuk non subsidi, tentunya masih banyak dari kita yang merasa pupuk non subsidi itu lebih mahal dilihat dari sisi harga.
“Dengan hasil dari kemitraan dan kolaborasi ini kita mulai memperkenalkan konsep korporasi dimana petani kita di edukasi untuk menjadi petani mandiri dengan dukungan akses permodalan, akses pupuk non subsidi, dan ada off taker menjadi akses penjamin pasar,”tutupnya. (rhl/nr)