Kasus Laka Laut di Tarakan Temui Titik Terang, Ada Peran HSB?

narahubung.id. – Sesuai arahan Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya. Ditkrimsus Polda Kaltara mengundang penyidik laka laut dari Polair Polres Tarakan untuk gelar perkara di Dit Krimsus pada, Jumat (27/5/2022), pukul 10.00 WITA.

Hal tersebut untuk membantu dan koordinasikan hasil penyidikan laka laut dengan temuan di perkara HSB lainnya.

Dirkrimsus Polda Kaltara, AKBP Hendi F Kurniawan menyebut gelar perkara ini masih bersifat tertutup, tujuannya untuk sinkronisasi apa yang telah dilakukan dan finalisasi hasil temuan tim gabungan.

“Ini hanya finalisasi,” kata AKBP Hendi saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Jumat, (27/5/2022).

Ini merupakan sebagaimana arahan Kapolda Kaltara untuk melakukan upaya-upaya percepatan pengungkapan.

“Sebagaimana arahan Pak Kapolda, untuk lakukan upaya-upaya percepatan ungkap dan menjawab isu liar di masyarakat terkait laka laut,” jelasnya.

Untuk itu, pihak Ditkrimsus Polda Kaltara membantu dan koordinasikan hasil penyidikan kasus laka laut yang terjadi pada 13 November 2021 lalu dan menyebabkan 3 orang meninggal dunia tersebut.

“Hal tersebut untuk membantu dan koordinasikan hasil penyidikan laka laut dengan temuan kami di perkara HSB lainnya, dan di kasus ini diduga ada perannya. Mitch dan Match yg telah dilakukan dan hasil temuan tim gabungan Pak Kapolda,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, korban pertama Agusliansyah ditemukan warga mengapung di sekitar perairan Tanjung Pasir pada 13 November 2021 lalu.

Didapati informasi ada dua orang rekannya Arfan dan Riski yang juga berada di speedboat yang sama.

Keduanya kemudian ditemukan pada 15 November di sekitar muara sungai Pamusian. Dari kondisi ketiga korban, ditemukan ada beberapa luka bekas sabetan benda tajam.

Ada beberapa barang bukti yang diamankan. Diantaranya tas berisi uang Rp 5.870.000 menurut keterangan saksi milik korban Arfan.

Kemudian 3 unit HP, cooler box udang sebanyak 4 buah, jerigen tempat minyak, cover tutup mesin yang sudah dalam keadaan robek, pecahan speedboat maupun bangku yang juga diduga milik korban. (rhl/nr))

Berita Lain