Kebutuhan Pokok Masyarakat Perbatasan Didominasi Malaysia

narahubung.id – Satu-satunya akses jalan menuju Kecamatan Lumbis Pansiangan hanya dengan menggunakan sungai melalui Desa Mansalong, Kabupaten Malinau.

Terkendala Infrastruktur, jarak dan harga dari Indonesia membuat masyarakat Lumbis Pansiangan lebih sering berbelanja kebutuhan pokok ke Malaysia yang notabene jaraknya lebih dekat dengan Kecamatan tersebut.

Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis mengatakan bahwa beberapa kebutuhan pokok masyarakat saat ini dibantu subsidi oleh pemerintah daerah. Namun demikian, dengan pertimangan efesiensi jarak tempuh masyarakat lebih memilih Malaysia ketimbang Indonesia.

“Untuk saat ini subsidi dari pemerintah kabupaten dan provinsi, tapi juga ada barang-barang yang memang tidak ada dari sisi Indonesia yang masuk dari Malaysia seperti kebutuhan sembako dan lain-lain,” ujarnya, Sabtu (20/11/2021).

Lumbis mengungkapkan, jarak terdekat ke Malaysia hanya sekitar 50 menit dari Lumbis Pansiangan. Ini jadi salah satu faktor mengapa masyarakat cenderung memilih berbelanja di Malaysia ketimbang Indonesia.

“Karena memang jaraknya dekat, itu bisa mengimbangi harga dan ekonomi masyarakat yang ada di perbatasan ini. kalau dari sini ke Mansalong itu sekitar 3-4 jam perjalanan, tapi kalau ke Malaysia hanya sekitar 50 menit sudah sampai di wilayah Pegalungan,” bebernya.

Dijelaskannya, dengan dimekarkannya Kecamatan Lumbis Pansiangan dari Lumbis Ogong sedikit memangkas disparitas yang terjadi di wilayah perbatasan.

Dengan geliat pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur, maka secara praktis akan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat sekitar. Lumbis berharap, aksebilitas bisa lebih ditingkatkan lagi guna menunjang pasokan barang-barang dari Indonesia.

Dengan begitu kata dia, ketergantungan masyarakat pada produk Negeri Jiran perlahan-lahan bisa dihilangkan.

“Dengan dimekarkannya Lumbis Pansiangan dari Lumbis Ogong oleh Pemerintah ini sebenarnya kita akan lebih kepada Pemerintah Indonesia, kedepannya kita juga berharap akses infrastruktur lain selain sungai untuk mempermudah akses ke Indonesia,” pungkasnya. (rhl/nr)

Berita Lain