Kedutaan Amerika Serikat Sambangi Pemuda Tanjung Selor
narahubung.id – Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia yang diwakili Assistan Culture Attache Mary K. Trechock dan Kordinator Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Putra Aditya berkunjung ke Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara, Senin (1/11/2021).
Kunjungan mereka dalam rangka mempromosikan program pertukaran pendidikan dan profesional yang disponsori oleh pemerintah AS, yakni YSEALI. Hal itu diungkapkan Marry dan Putra saat bertemu dengan sejumlah pemuda Tanjung Selor di Nara Coffee kemarin malam.
“Ini sih sebenarnya lebih ke platform dan network teman-teman pemuda di asia tenggara berharap bisa bergabung di sini bertemu dengan pemuda dari negara lain atau negara Indonesia lainnya untuk ngobrol dan kolaborasi soal masalah yang ada di komunitasnya,” ujar Putra.
YSEALI kata Putra, konsen terhadap beberapa isu, diantaranya isu tentang lingkungan, pendidikan, keterlibatan sosial, masyarakat adat, serta soal pembangunan ekonomi.
“Kolaborasi dan network ini antar pemuda di negara asia apalagi kaltara dekat dengan negara Malaysia dan Brunei. Serta pertukaran pemuda yang ke Amerika dibagi usia 18-25 tahun untuk kategori akademik dan 18-35 tahun untuk professional,” jelasnya.
“Kalau di program akademik itu seperti kelas, kalau di professional itu seperti magang selama sebulan kira-kira seperti pendidikan pendek di universitas di amerika,” sambung dia.
Putra juga mengungkapkan beberapa program lainnya seperti program kompetisi project melalui submit proposal di website resmi YSEALI dan jika terpilih akan di danai $15.000 untuk satu project yang lolos selama setahun.
“Kalau teman-teman punya projek kebudayaan apa saja dikomunitas bisa berpartisipasi, sekarang masih buka dan akan berakhir di tanggal 11 November ini,” ungkapnya.
Di program ini kemampuan bahasa inggris juga dibutuhkan untuk yang lolos pertukaran ke Amerika, namun kali ini tidak ada standar toefl resmi, tapi hanya memiliki kemampuan berkomunikasi berbahasa Inggris dan mengerti.
“Jadi tidak perlu khawatir. Selama bisa berkomunikasi itu sudah cukup sebagai syarat,” pungkasnya. (rhl/nr)