Kombet, Panggilan Untuk Anggota TNI di Kalimantan Utara

Penulis: Muhamad Nour, bercita-cita jadi kombet tidak tercapai

Dulu sekali, saat kecil orang tua kami kalo mau nakutin anaknya supaya tidak nakal mereka bilang gini “awas jangan nakal kau, ku panggil kombet”. Kombet dikampung ku di Tarakan berarti tentara. Sebegitu legendaris panggilan kombet ini, hingga ditakuti tidak hanya oleh anak kecil juga orang awam. Tidak diketahui siapa yang memperkenalkan istilah kombet pertama kali, yang jelas, setelah aku dewasa, kombet berasal dari kata bahasa Inggris, Combat artinya perang. Program TVRI masa lalu, ada film yang sangat digemari oleh masyarakat Kaltara, khususnya yang punya televisi, yaitu film serial bergenre perang berjudul Combat!. Film ini selalu ditunggu oleh masyarakat, mereka berbondong-bondong nonton di rumah tetangga, bahkan ada tuang rumah yang mengutip bayaran untuk nonton film Combat!.

Kalo mau cukur dulu, tukang cukur dah tahu kalo dia tanya dicukur model apa? “Potong kombet, om!”. Artinya, rambut dipotong mirip rambut tentara, rambut kanan kiri potong pendek, rambut atas disisakan sedikit. Ganteng. Karena, rambut ku sering dipotong mirip tentara, saat SMP, aku dipanggil si kombet.

Om-om kombet ini sering punya kegiatan yang bersinergi dengan masyarakat hingga kini. Tak hanya program rutin seperti dulu yang kita kenal ABRI Masuk Desa (AMD) dan sekarang TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang banyak bergotong royong bersama masyarakat membangun infrastruktur desa, irigasi, jalan, pertanian, dan lain-lain.  

Tak heran, om om kombet alias tentara sangat dikagumi, disegani dan dihormati, banyak kami kemudian terinspirasi, bercita-cita jadi kombet. Namun, dulu, hanya orang tertentu yang tahu cara daftar jadi kombet di Tarakan dan sekitarnya. Makanya, dari dulu kombet yang kami kenal hanya orang dari pulau Jawa. Saking terobsesinya supaya anaknya jadi kombet, para orang tua, sering kali memberi nama anaknya dengan nama berbau Jawa. Sering dulu kami salah sangka, Bambang Eko, Nugroho atau sangat Jawa namanya, eh pas bicara logatnya Bugis.

Sekarang tidak lagi, informasi dan kesempatan menjadi kombet terbuka untuk siapa saja, termasuk orang-orang dari Kalimantan Utara, tanpa harus ganti nama. Kini, anak-anak muda asal Kalimantan Utara sudah banyak yang berkarir menjadi kombet, bahkan untuk level yang lebih tinggi, di Akademi Militer.

Sudah garis tangan aku tak pernah menang lawan kombet termasuk asmara, para kombet lebih sakti rayuannya. Pernah saat pertandingan voli, tim ku hampir mengalahkan tim Yonif 613, set pertama kami menang dan set kedua hingga keempat tim ku kalah hanya karena suporter tim lawan lebih agresif dan suaranya kayak ada perang. Cuma satu orang kombet yang diam, itu pun krn dia memacari keluargaku. Berani ikutan teriak, ku adukan dia selingkuh! (*)

DIRGAHAYU TNI KE -75, SINERGI UNTUK NEGERI

Berita Lain