Longsor Krayan, Ribuan Jiwa Terdampak

narahubung.id – Tercatat, ada tiga titik longsor yang membuat kondisi jalan dari Kecamatan Krayan Selatan menuju Kecamatan Krayan terputus. Diperkirakan jalan yang tertutup longsor sekitar 200 meter dengan lebar badan jalan 8 meter.

Longsor yang terjadi di Krayan tersebut berdampak kepada 13 desa dan 537 Kepala Keluarga (KK), dengan total jumlah jiwa sebanyak 2.150 ribu jiwa. Mengingat akses jalan yang terputus total, maka distribusi sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dilakukan dengan cara melansir.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Robby Yuridi Hatman menyarankan, kepada kepala daerah di Kabupaten Nunukan, untuk menaikan status bencana menjadi tanggap darurat.

“Itu penting, karena dengan naiknya status tanggap darurat maka APBD di setiap daerah dapat dimanfaatkan,” kata Robby kepada narahubung.id, Kamis (15/9/2022).

Lanjutnya, karena setiap APBD se-Indonesia sudah wajib menganggarkan namanya biaya tidak terduga, ini kemudian digunakan apabila terjadi bencana.

“Tapi,syaratnya harus ada status tanggap darurat terlebih dahulu,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi pemerintah Nunukan yang sudah menaikan status bencana menjadi tanggap darurat. Saat ini, tengah menyusun kendaran untuk mendistribusikan logistik kepada masyarakat.

“Jadi, pemerintah Nunukan saat ini mengunakan biaya tidak terduga dari APBD untuk penanganan bencana dan juga ada sumber pendanaan yang lain,” bebernya.

Oleh sebab itu, pihaknya telah menugaskan tim untuk mendampingi di lapangan sehingga penyusunan, perencanaan berjalan lebih lancar.

“Karena untuk pembiayaan itu berat jika mengandalkan APBD, untuk mendistribusikan bantuan dari Nunukan ke Desa Long Layu, dengan estimasi anggaran kalau tidak salah mencapai Rp 28 juta, inipun dikatakan masih murah karena telah terjalin dalam Subsidi Ongkos Angkut (SOA),” jelasnya.

Oleh sebab itu, BPBD Kaltara mengarahkan bagaimana memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP). Sebab, jika ada kejadian bencana dapat terbantukan oleh DSP.

“Kami mengarahkan kepada mereka untuk bagimana memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP) yang bersumber dari APBN yang dikelola oleh BNPB. Jadi, setiap ada kejadian bencana di Indonesia,dari sumber dana DSP bisa membantu. Caranya,wilayah itu masuk status tanggap darurat dan usulan,” ucapnya.

Kemudian, BNPB akan meninjau langsung lapangan untuk kemudian melihat bentuk bencana lalu dikaji apa yang bisa diperbantukan.

“Kami bersyukur sebenarnya,karena BNPB ini sangat aktif dalam membantu setiap kejadian dan bencana di daerah. Dan itu yang kita harapkan,” jelasnya. (rhl/nr)

Berita Lain