Masyarakat Masih Bandel Terapkan Protokol Kesehatan

narahubung.id – Berdasarkan hasil evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bulungan, tenyata masih ditemukan masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan (prokes).

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, kegiatan patroli ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan prokes. Diharapkan, hal ini dapat meminimalisir risiko penyebaran virus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV2).

“Saya telah sampaikan kepada pemilik toko dan swalayan di Bulungan agar memperketat pengawasan protokol kesehatan setiap pengunjungnya,” jelas Syarwani kepada narahubung.id usai melakukan patroli, Jumat (24/12/2021) lalu.

Apabila di lapangan ada pengunjung yang tidak menggunakan masker. Sebaiknya kaya Syarwani jangan dibiarkan masuk.

“Kalau sudah pakai masker baru masuk,” ujarnya.

Dengan disiplin prokes, orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini menyakini bisa mencegah penyebaran COVID-19 di Bulungan.

“Patroli ini akan terus kita lakukan sampai tanggal 2 Januari 2022 mendatang,” bebernya.

Selain di Kabupaten, kegiatan patroli prokes ini juga dilakukan oleh Satgas di tingkat kecamatan dan desa. Pengawasan  di kawasan objek wisata juga terus diperketat.

“Seluruh aktivitas kegiatan objek wisata harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.

Karena itu, Syarwani berharap perlu adanya keterlibatan semua pihak dalam mencegah penyebaran COVID-19. Hal ini merupakan ikhtiar semua untuk meminimalisir penyebaran virus.

“Semua pihak harus terlibat dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini, termasuk masyarakat Bulungan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Bulungan, Darmawan mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi sejauh ini masih ditemukan masyarakat yang bandel dalam menerapkan prokes. Khususnya pengunaan masker.

“Mulai PPKM level 1 sampai PPKM level 2 masih ada beberapa masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia juga mempresentasikan, masih ada 30 persen masyarakat yang abai. Sedangkan 70 persen  sudah disiplin menjalankan prokes.

“Masyarakat mulai euforia pada masa PPKM level 1. Seakan-akan pandemi COVID-19 ini sudah berakhir,” bebernya.

Padahal, hingga saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Hal itu dapat dilihat dari kenaikan status PPKM dari level 1 ke level 2.

“Jadi, jangan lengah. Kami dari tim Satgas juga akan selalu mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dengan upaya pendisiplinan prokes diharapkan kasus aktif Covid-19  bisa ditekan. Sehingga, Bulungan turun status ke PPKM level 1.

“Yang pasti kami akan terus berupaya untuk menekan angka kasus aktif Covid-19 di Bulungan,” pungkasnya. (rhl/nr)

Berita Lain