Menanti Bambang di Pucuk Pimpinan Polda Kaltara

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Kepemimpinan Polda Kaltara resmi berganti. Irjen Pol Indrajit akan digantikan Irjen Pol Bambang Kristiyono. Lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Analis Kebijakan Utama bidang Sabhara Baharkam Polri.

Serah Terima Jabatan (Sertijab) dilaksanakan di Mabes Polri, Jakarta, Hari ini, Senin (31/8/2020).

“Ya besok (hari ini) itu Sertijab di Mabes. Jadi kepemimpinan Polda Kaltara sudah fix berganti. Pak Bambang akan jadi Kapolda kedua di Kaltara,” kata Plt Kabid Humas Polda Kaltara AKBP Budi Rachmat, Minggu (30/8).

Sosok Irjen Pol Bambang Kristiyono pernah terlibat dari berbagai operasi khusus baik diluar maupun dalam negeri. Sejak tahun 1988 hingga 1994, Irjen Pol Bambang pernah melakukan operasi khusus di Kota Dili, Timor Timur (sekarang Timor Leste).

Dia juga terlibat dalam dalam penanganan peristiwa mencekam yang dikenal dengan pembantaian Santa Cruz (Pembantaian Dili) pada tanggal 12 November 1991 lalu.

Selain itu, ia juga tercatat ikut andil dalam pengungkapan kasus penganiayaan seksual terhadap anak-anak ketika bertugas di Timor Leste yang dilakukan oleh seorang pastor Katolik asal Amerika Serikat bernama Richard Daschbach.

“Beliau juga pernah terlibat dalam penangkapan terhadap mantan Presiden Timur Leste, Xanana Gusmao. Jadi selama kurang enam tahun (Sejak 1988 hingga 1994) kariernya banyak terlibat dalam operasi di negara Timur Leste,” ungkap Budi.

Sementara untuk yang didalam negeri tepatnya pada tahun 1996 hingga tahun 2000, Irjen Pol Bambang juga melaksanakan tugas di Provinsi Sulawesi Selatan. Selama bertugas di provinsi tersebut, ada dua kasus cukup menarik perhatian yang berhasil diungkap.

“Pertama itu kasus pembunuhan yang berakibat sara di Makassar serta Investasi ilegal. Dua kasus itu ditangani selama beliau bertugas di Polda Sulsel,” imbuhnya.

Setelah mengabdi di Polda Sulsel, Irjen Pol Bambang ditarik kembali untuk bertugas di Bareskrim Polri. Selama kurun waktu 7 tahun tepatnya tahun 2000 hingga 2007, berbagai kasus mulai tindak pidana korupsi (tipikor) hingga kasus pembunuhan berhasil diungkap. Diantaranya adalah kasus tipikor di Jamsostek, Pupuk Kaltim, Kemenag, Setneg, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), hingga Pelindo. Sementara untuk kasus pembunuhan diantaranya adalah kasus pembunuhan Jaksa dan Pendeta di Palu serta pembunuhan di Provinsi Papua.

“Kasus tipikor sama pembunuhan memang juga kerap diungkap. Karena selama ditugaskan di Bareskrim Mabes (Polri), ditempatkan pada bagian kasus tipikor dan kasus-kasus pembunuhan yang menarik perhatian,” pungkasnya. (am/dc)

Berita Lain