Menghitung Kekuatan Dua Jenderal Penantang Petahana
Penulis : M. Dicky Umacina
Kabar majunya dua jendral untuk merebut takhta petahana di Pemilihan Gubernur Kaltara 2020 membuat suasana politik semakin menghangat.
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Indrajit belakangan santer diisukan menjadi salah satu bakal pasangan calon Gubernur Kaltara. PDI Perjuangan disebut-sebut ngebet memasangkan Indrajit dengan Wagub Kaltara Udin Hianggio.
Sementara itu, Brigjen Zainal Arifin Paliwang, mantan Wakapolda Kaltara yang kini menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II di Bareskrim Mabes Polri juga digadang-gadang akan dicalonkan oleh Partai Demokrat. Partai besutan SBY ini berencana memasangkan Zainal dengan kader mereka, Ketua Demokrat Kaltara yang kini menjabat sebagai Bupati Malinau, Yansen Tipa Padan.
Disaat kabar majunya dua jendral masih tarik ulur, Irianto Lambrie dengan optimis memperkenalkan calon wakilnya. Dia adalah Irwan Sabri, kader Demokrat sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan. Sejauh ini keduanya sudah mengantongi 13 dari 7 dukungan resmi yang disyaratkan. Rinciannya, Partai Partai Nasdem (2 kursi), PKS (3 kursi), Perindo (1 kursi), PAN (2 kursi), PBB (1 kursi), dan Golkar (4 kursi).
Petahana tampak lebih pede dari dua jendral penantangnya. Irianto seperti tahu betul kapasitas mesin politik dan insentif kepetahanaan yang diperolehnya.
Sementara, kedekatan PDIP dengan Polri bukanlah hal baru. Pilkada 2018 lalu sejumlah jendral polisi tercatat terjun ke politik melalui PDIP. Seperti Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin yang maju sebagai Cawagub Kaltim mendampingi Rusmadi. Meski keduanya kemudian kalah dari pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi.
PDIP sebagai partai yang disebut-sebut bakal mengusung Indrajit kabarnya hendak berkoalisi dengan Hanura. Keduanya sama-sama memiliki 5 kursi di parlemen. Artinya, satu tiket untuk maju sebagai penantang petahana aman.
Sementara itu, prediksi kubu Zainal bakal diperkuat oleh Partai Demokrat (4 kursi), PKB (2 kursi) dan PPP (1 kursi). Terakhir, Gerindra (5 kursi) terdengar samar juga ikut merapat.
Majunya dua jendral menjadi tanda tanya besar. Apalagi Indrajit dan Zainal berasal dari almamater yang sama. Tidak kah hal itu berpengaruh pada kerja politik keduanya kelak?
Namun demikian, secara matematis dua jendral penantang petahana mendapatkan tiket untuk bertarung di Pemilihan Gubernur Kaltara 2020. Lantas, mampukah keduanya merebut takhta petahana? kita lihat saja nanti. (*)