Momentum Pengembangan Basket Anak Usia Dini Kaltara

narahubung.id – Pada tanggal 8-11 September 2022 lalu, Persatuan Bola Basket (Perbasi) Kabupaten Bulungan dan Perbasi Kaltara menggelar turnamen basket 3×3 yang bertajuk “3×3 Competition Perbasi Cup”.

Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian partisipasi Perbasi dalam merayakan HUT Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor.

Uniknya, pada gelaran ini Perbasi menggelar kategori/kelompok anak usia dini yang melibatkan dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bulungan. Melalui momentum turnamen 3×3 ini, Perbasi akan mengutamakan pengembangan kelompok anak usia dini untuk regerenasi.

Ketua Panitia, Kun Prayogi Herlambang mengungkapkan, antusias dari turnamen kelompok usia dini ini sangat besar. Selain itu, para orang tua senantiasa mensupport hobi anaknya.

“Antusias nya cukup banyak ya, terutama di orang tua. Karena targetnya apa kita juga membuka kacamata orang tua bahwa olahraga basket ini bisa bisa menyalurkan prestasi bagi anak-anaknya,” kata Kun kepada narahubung.id, Senin (19/9/2022).

Penyelenggaraan kompetisi kelompok usia dini ini diharapkan dapat mengembangkan minat dan bakat bagi anak-anak, agar dapat menyalurkan prestasi bagi provinsi Kaltara.

“Olahraga basket ini bisa menyalurkan prestasi bagi anak-anaknya, begitu mungkin ada perbedaan pendapat pandangan dari para orangtua bahwa dia harus belajar dan bersekolah. Tetapi, di sisi lain olahraga terutama untuk bola basket mereka juga bisa menunjukkan prestasi yang diraih,” ungkapnya.

Kedepan, Perbasi akan menggelar pelatihan bagi anak usia dini. Mulai dari Usia 12 tahun hingga Usia 18 tahun. Hal tersebut bertujuan agar dapat mencetak atlet original dari Kaltara.

“Nanti, kita ada wacana untuk mengadakan latihan untuk anak usia sekolah seperti u-12 u-15 u-18 untuk persiapan mendatang,” sebutnya.

Dalam upaya mencetak atlet terbaik, pihak Perbasi terus mengupayakan dalam mendukung pelatihan dan kompetisi sejak dini bagi anak usia dini, agar tidak secara tiba-tiba.

“Karena bicara olahraga itu kan tidak secara tiba-tiba ingin satu tim daerah itu punya pemain bagus, harus dibina sejak dini. Nah, melalui kompetisi dan pelatihan anak usia dini,” pungkasnya. (rhl/nr)

Berita Lain