‘MoveFit’ Ubah Stigma Fisioterapi Berbeda Dari Tukang Pijat
narahubung.id – Masih banyak masyarakat di Indonesia belum sepenuhnya mengetahui, bahkan asing dengan Fisioterapi. Fisioterapi adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada seseorang pasca cidera, post operasi maupun stroke untuk mengembalikan atau memulihkan gerak-fungsi tubuh manusia.
Salah satu bidang Fisioterapi yang sedang hits dan digemari adalah Fisioterapi olahraga, hal tersebut lah yang menginisiasi MoveFit membuka klinik.
Sekumpulan anak-anak muda yang notabene karyawan di beberapa rumah sakit di Kota Tarakan tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat tentang Fisioterapi.
Sebagai rumah klinik, MoveFit hadir memberikan pemahaman dari stigma Tukang Pijat yang biasa disebut masyarakat kepada mereka dan berbeda secara keilmuan.
Founder MoveFit, Wahyu Setiawan mengatakan, tujuannya membuka klinik adalah karena pemahaman masyarakat yang kurang soal fisioterapi dan biasa disamakan dengan profesi tukang pijat yang ilmunya hanya di terima melalui turun temurun, bukan dari latar belakang pendidikan.
“Kita mungkin klinik fisioterapi pertama yang ada di Tarakan ataupun Kaltara ya, dan telah terverifikasi di Dinas Kesehatan, hadirnya kita juga untuk mengedukasi bahwa fisioterapi berbeda dengan tukang pijat, dan kita lebih memamahami anatomi tubuh serta memiliki spesialisnya ya,” kata Wahyu kepada narahubung.id, Senin (21/2/2022).
Wahyu juga mengungkapkan, bahwa yang menjadi kiblatnya membuka klinik tersebut karena latar belakang pendidikan fisioterapi yang ia tempuh bersama temannya yang juga lulusan fisioterapi.
“Yang menjadi kiblat kita tuh memang fisio trainer, seperti fisioterapi timnas di bidang keolahragaan. Nah, itu yang mendasari kita akhirnya untuk membuka klinik MoveFit ini,” ungkapnya.
Namun begitu, stigma masyarakat yang enggan untuk ke rumah sakit bisa dapat terjawab untuk datang ke klinik fisioterapi untuk pemulihan, serta bisa dapat berpartisipasi di kegiatan olahraga yang diselenggarakan daerah.
“Kita sebenarnya coba memulai edukasi kepada masyarakat itu melalui klinik dan event-event sport juga, kayak kemaren kita ikut serta di event Skateboard yang di inisiasi melalui Komunitas Skateboard Kaltara, yaitu KORMI,” ucapnya.
Dalam hal ini, MoveFit sendiri telah banyak mendapat beberapa tawaran kerja sama di event sport, salah satunya KORMI dan KONI untuk dapat menscreening pada atlet-atlet muda yang rentan cidera.
“Sebagai fisioterapi itu kita bisa men screening atlet-atlet itu gimana yang cidera, mana yang rentan itu ada tekan arahnya untuk pengembangan atlet dengan sportcamp,” terangnya.
Karena itu, fisioterapi memiliki pendekatan yang berbeda dengan pijat, dan tidak hanya saat sakit saja, tetapi physical conditioning juga kita layanin.
“Selain itu, kita juga melayani maintenance kebugaran fisik juga. Oleh sebab itu, saya coba memahami masyarakat bahwa fisioterapi bukan tukang pijat, dan hanya segelintir yang paham, seperti atlet. Dan itu yang menjadi PR bersama coba untuk mengedukasi masyarakat soal fisioterapi,” pungkasnya.