Oknum TNI Tewas Tertimbun di Tambang Emas Sekatak
narahubung.id – Curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir di Kalimantan Utara (Kaltara) mengakibatkan lubang tambang emas illegal yang berada di Kecamatan Sekatak kembali memakan korban.
Dua korban dilaporkan tertimbun, salah satu diantaranya merupakan anggota Detasemen Polisi Militer atau Denpom VI/3 Bulungan.
Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengatakan, Polres Bulungan melalui personel Polsek Sekatak melakukan evakuasi.
“Kami telah melakukan kegiatan evakuasi korban yang tertimbun. Diperkirakan kejadian tertimbunnya terjadi sekitar 2 hari yang lalu,” kata AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar kepada narahubung.id, Rabu (11/1/2023).
Kemudian, mantan Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat tersebut membenarkan bahwa salah satu korban tersebut merupakan oknum anggota TNI.
“Benar, setelah dicek dari korban yang meninggal dunia, salah satunya adalah anggota TNI. Kami telah berkoordinasi dengan Dandim terkait hal ini, dan penanganannya berdasarkan informasi yang kami diterima dilaksanakan oleh Pomdam VI Mulawarman,” jelasnya.
Lalu, terkait anggota TNI yang berada di lokasi tambang emas Mewet Kilometer 15 PT Intraca, Desa Tenggiling, Kecamatan Sekatak tersebut dalam rangka apa, pihaknya masih berkordinasi dengan pihak Kodim.
“Itu yg kami koordinasikan dgn pihak kodim bro, jadi utk penyelidikannya dari dandim menjelaskan ditangani oleh pihak pomdam,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 092/Maharajalila, Mayor Inf Andi Nasharudin saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan menyebut kasus tersebur telah diambil alih oleh Pomdam VI/Mlw.
“Betul ada kejadian, namun kasus tsb sdh diambil alih langsung oleh Pomdam VI/Mlw, pihak Korem hanya membantu proses evakuasi, demikian disampaikan,” singkatnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Sekatak, Ahmad Safri yang menyebut telah terjadi orang tertimbun pada hari Senin 9 Januari 2023.
“Ada, yang saya tahu ada 2 orang tertimbun di hari Senin kemarin,” terangnya.
Ia juga mengatakan setelah kejadian, kedua korban telah di evakuasi dari dalam lubang. Dimana salah satunya telah dikebumikan di Sekatak dan satunya dipulangkan ke daerah asalnya ke Palembang Provinsi Sumatera Selatan.
“Keduanya orang luar (bukan dari Bulungan), satunya dibawa ke Tarakan untuk dikirim ke Palembang. Satu orang sipil dan satunya TNI dari POM itu yang ke Palembang,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, pasca kejadian tersebut, kondisi di lokasi kejadian kini telah dikosongkan dan aktivitas pertambangan emas tersebur ditiadakan.
“Kegiatan itu belum ada setahun, ini lokasi baru di Sekatak ini lebih dekat dengan kampung. Waktu kejadian kondisinya lagi hujan,” tutupnya.