Operasi Zebra Dimulai, Tiga Pelanggaran Ini Jadi Fokus Polisi
TANJUNG SELOR, narahubung.id – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Direktorat Lalu Lintas resmi mulai menggelar Operasi Zebra Kayan 2020, Senin (26/10/2020).
Dalam operasi yang digelar selama dua pekan itu, tiga jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama.
“Yang pertama itu pelanggaran helm. Kedua penindakan terhadap yang melawan arus. Dan yang terakhir itu, penindakan terhadap kendaraan yang Over Dimension Over Loading (kendaraan dengan muatan lebih),” kata Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono, melalui Direktur Lantas Kombes Raden Rhomdon Natakusuma baru-baru ini.
Rhomdon menjelaskan, ada tiga sasaran yang diharapan dalam operasi Zebra kali ini. Di antaranya adalah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, menekan pelanggaran lalu lintas serta menekan penyebaran COVID-19. Karena operasi kali ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19, pihaknya juga akan mengkampanyekan protokol kesehatan.
Sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran tetap menggunakan masker, jajarannya menyebarkan stiker “Ayo Pakai Masker” di sejumlah kendaraan umum yang ada di Ibukota Kaltara, Tanjung Selor. Penyebaran masker ini dengan menggunakan kendaraan umum ini dinilai cukup efektif.
“Pembagian stiker ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu memakai masker. Karena ini (menggunakan masker) merupakan salah satu upaya untuk mencegah selain memcuci tangan dan jaga jarak,” jelasnya.
Operasi Zebra 2020 kali ini, kata Rhomdon tidak menerapkan sistem razia terpusat atau stationer dan hanya mengutamakan sistem “hunting” di titik rawan pelanggaran lalu lintas. Pihaknya juga kemungkinan tidak akan mendirikan pos-pos pengamanan di beberapa titik ruas jalan yang ada di Kaltara.
“Karena kita hindari adanya kerumunan. Makanya kita pakai sistem stationer saja. Jangan takut ketika kita ada razia. Operasi ini hanya untuk mengurangi fatalitas ketika berkendara. Silahkan dengan tertib sebelum berangkat, terutama memeriksa surat-surat kendaraan dan tentunya kelengkapan diri sendiri,” imbuhnya.
Untuk Over Dimension Over Loading atau kendaraan dengan muatan lebih akan mendapatkan perhatian serius pihaknya dalam operasi kali ini. Apalagi baru-baru ini, kecelakaan dengan muatan lebih pernah terjadi di Kabupaten Nunukan yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.
“Makanya kita antisipasi supaya tidak terjadi lagi di wilayah Kaltara. Dan kami harapkan masyarakat untuk bisa tertib lalu lintas. Supaya selama sampai tujuan dan tentunya disiplin dalam protokol kesehatan,” tandasnya. (adv/sb)