Pentas Seni Budaya Bakal Ramaikan Mubes Pertama Pemuda Dayak Kalimantan Utara

narahubung.id – Pemuda Dayak Kalimantan Utara (Kaltara) akan mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) untuk pertama kalinya. Rencananya pada Mubes pertama tersebut, Pemuda Dayak Kaltara akan menampilkan pentas seni budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Dayak. Mulai dari tampilan tarian hingga alat musik khas Dayak akan dipertunjukkan.

Inisiasi terbentuknya Pemuda Dayak Kaltara ini berawal atas dasar kepedulian dalam keterlibatan pelestarian seni dan budaya yang ada di Kaltara. Bukan hanya seni dan budaya, poin pendidikan dan ekonomi juga menjadi menjadi fokus forum ini dalam mengakomodir para pemuda.

Kordinator Seksi Humas Pemuda Dayak Kaltara, Musa Ifung menyampaikan, melalui wadah yang akan dibentuk ini kedepan, pelestarian budaya dapat dijaga dan bisa mengakomodir para pemuda yang memiliki hobi dan bakat.

“Salah satu tujuan dibentuknya organisasi ini agar budaya-budaya atau seni yang ada di Kalimantan Utara ini bisa dilestarikan dan dibangkitkan kembali dari segi budaya. Harapannya, teman-teman bisa menyalurkan hobi yang di pendam,” kata Musa kepada narahubung.id, Sabtu (26/6/20022).

Selain itu, fokus pada poin pendidikan juga tak kalah penting sebagai sarana informasi yang akan diberi kepada pemuda-pemudi. Hal tersebut bertujuan agar para pemuda mendapatkan pemerataan informasi mengenai pendidikan.

“Kalau dari segi pendidikannya tentu kita berharap, melalui wadah pemuda ini sumber-sumber informasi bisa diterima atau bisa di sampaikan ke para pemuda kita. Ibaratnya, agar mereka bisa bersaing lah mendapat informasi yang merata ditingkat pendidikan,” jelasnya.

Kemudian, Pemuda Dayak Kaltara dapat berperan serta dalam pemerataan ekonomi. Oleh karena itu, diharapkan terobosan dan perubahan dapat dilahirkan pada forum ini. Salah satunya ialah pengembangan dan pelestarian budaya.

“Jadi, besar harapan kita untuk terbentuknya wadah pemuda Dayak ini ada terobosan atau perubahan yang terjadi kepada teman-teman pemuda yang akan datang. Salah satu pelestarian budayanya, pelatihan sape, tarian adat, hingga tarian sumpit,” ungkapnya.

“Melalui wadah ini tentunya kami berharap bisa jadi penyambung untuk para seniman-seniman kita. Untuk bagaimana caranya mereka ini istilahnya bisa terhubung ke stakeholder pemangku kebijakan,” lanjut dia. (rhl/nr)

Berita Lain