Peran Penting Traffic Light Bagi Keselamatan Pengguna Jalan
narahubung.id – Sejumlah titik traffic light (lampu lalu lintas) di Bulungan tak berfungi maksimal. Kondisi ini rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Bupati Bulungan, Syarwani mengaku akan segera memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan untuk melakukan pengecekan kondisi traffic light.
“Bagaimana pun keberadaan traffic light ini vital untuk memastikan ketertiban lalu lintas,” jelas Syarwani kepada narahubung.id, Rabu (29/12/2021).
Syarwani mengharapkan Dishub segera mengambil langkah perbaikan. Apalagi, traffic light yang ada saat ini masih
menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sehingga ada beberapa panel yang perlu diperbaiki.
“Intinya, sekarang ini harus ada perbaikan untuk menjaga keselamatan pengendara yang melintas,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Pengujian Sarana Dishub Bulungan, Ridwan saat dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya untuk pengadaan dan pemeliharaan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dishub Bulungan. Sebab, ada beberapa traffic light yang dibangun oleh provinsi dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
“Kalau aset kita ada di beberapa titik. Salah satu, di simpang Jalan Durian-Jalan Rambutan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, sedangkan aset BPTD. Yakni, traffic light yang terpasang di Jelarai Selor tepatnya di Tugu Lemlai Suri (Telur Pecah), Tanjung Selor. Tetapi, hingga saat ini belum diserahterimakan ke daerah.
“Kalau aset provinsi di simpang Jalan Sengkawit-Jalan Jeruk dan Jalan Sengkawit-Jalan Durian,” ungkapnya.
Meski di luar aset, untuk pemeliharaan tetap ditangani oleh Dishub Bulungan. Sebab, ada teknisi yang bisa memperbaiki.
“Jadi, untuk pemeliharaan dan sebagainya kita yang melakukan,” bebernya.
Menyoal traffic light di simpang Jalan Durian-Jalan Rambutan yang mati. Ridwan mengatakan bahwa traffic light tersebut sudah berusia 13 tahun. Sehingga, banyak
modul yang tidak dijual.
“Memang solusinya harus diganti ke modul yang baru. Karena yang sekarang ini modul lama. Jadi, alatnya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Mengatasi hal tersebut, teknisi hanya bisa melakukan bongkar pasang beberapa panel yang ada. Hal ini pun berdampak terhadap kualitas aki.
“Iya, tau lah sendiri kalau sudah dibongkar pasang. Pasti berdampak terhadap aki. Ditambah lagi kondisi cuaca sekarang ini yang tidak menentu,” bebernya.
Ia mengakui bahwa keberadaan traffic light yang tidak berfungi normal ini kerap menjadi sorotan.
“Insyaallah, tahun depan kita dapat anggaran sekitar Rp 300 juta. Tetapi, bukan pengadaan baru hanya pemeliharaan,” pungkasnya. (rhl/nr)