Pertama Kali Ali Mochtar Ngabalin Lepas ‘Songkok Tobone’?, Ini Kebenarannya

narahubung.id – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia (PP Bakomubin) tiba di Kaltara.

Tujuan Kedatangannya untuk melantikan Pengurus Wilayah (PW) Bakomubin Kaltara, di Gedung Gabungan Dinas (Gadis), Tanjung Selor, Kaltara, pada Sabtu (9/4/2022).

Ali Mochtar Ngabalin mengaku bahwa, sebelumnya ia tidak pernah melepas topi/songkok Tobone khas Bugis yang di balut sorban dari kepalanya saat menghadiri acara. Namun, dari pantauan tim narahubung.id, ini merupakan kali keduanya ia tampil beda di muka publik.

Tampilannya yang berbeda pertama kali terlihat saat Ali Ngabalin menjadi salah satu narasumber program ILC TV One bertajuk “RUU HIP: Benarkah Melumpuhkan Pancasila?”, Selasa malam (16/6/2020).

Tampak Ngabalin mengenakan baju batik lengkap dengan peci hitam dan kacamata. Penampilan ini mencuri atensi Karni Ilyas, sang pemandu acara ILC TV One.

Sebelum memberi kesempatan berbicara, Karni pun menyebut bahwa penampilan baru Ngabalin ada kaitannya dengan penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal di tengah pandemi COVID-19.

Aksi nyentrik Ali Ngabalin pun kembali terjadi saat kunjungannya di Kaltara untuk melantik PW Bakomubin Kaltara. Kali ini, Ali Ngabalin terlihat dipakaikan Singal Khas Kabupaten Bulungan, oleh Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang.

Sebelum dipakaikan Singal bercorak berwarna biru putih hitam oleh Gubernur Kaltara. Ali Ngabalin dibantu sang Istri terlebih dahulu untuk membuka topi Tobone yang berwarna hitam, yang dibalut kain sorban putih diatas kepalanya.

“Topi yang biasa saya kenakan itu mesti umi (istri) yang lepaskan dari kepala saya. Karena, bagi anak bugis Makassar, topi Tobone banyak yang senang, banyak yang suka. Karena dipasang oleh istri. Makannya tidak bisa dilepas sembarangan. Tapi, Singal ini yang dipakai oleh para punggawa pejuang leluhur dahulu di Bulungan. Maka, saya pakai ini Singal selama di Bulungan sebagai bentuk penghormatan. Seumur hidup saya, baru pertama kali ini saya tidak memakai topi yang biasa saya kenakan itu, dan ini suatu kejadian yang menurut saya spektakuler,” kata Ali Ngabalin kepada narahubung.id di Gedung Gabungan Dinas (Gadis), pada Sabtu (9/4/2022).

Kepada awak media ia mengaku tidak mengetahui sejarah Singal yang selama ini menjadi aksesoris wajib yang dikenakan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara.

“Terus terang saya belum baca sejarahnya. Tapi, saya percaya bahwa tidak mungkin orang memasang topi kehormatan ini di kepala tanpa sejarah hebat yang selalu menjadi simbol bagi orang-orang Bulungan dan Tanjung Selor di Kalimantan Utara,” bebernya

Tak hanya itu, Ali Ngabalin juga menceritakan jika sang Istri tidak ikut kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Kaltara maka topi sorban putih yang sering dipakainya tidak akan dilepas.

“Kalau istri saya tidak ikut, topi putih saya pakai tadi akan tetap saya pakai. Lebih baik topi singal saya bawa di tangan saja. Karena itu saya suka khawatir, dan itu bagian dari hidupan,” tutupnya. (rhl/nr)

Berita Lain