Pertaruhan Integritas ‘Metalhead’ di Kontestasi Politik

narahubung.id – Integritas musisi apalagi Metalhead sebagai pelaku seni mulai dipertaruhkan saat masuk diruang politik seperti saat ini. Apalagi pertanyaan soal adakah hal-hal atau kepentingan lain yang menjadi ‘agenda’ bagi pihak ketiga sering terlontar.

Apalagi, identitas musik metal ataupun musik cadas selalu dianggap bersebrangan dengan pemerintahan. Hal tersebut dijawab langsung oleh Gitaris Kapital, Baken Nainggolan yang mengatakan bahwa tak perlu jauh berprasangka negatif soal itu. 

“Sebagai bentuk keresahan, sebenarnya sah-sah saja jika musisi mencoba peruntungan di dunia politik, asalkan ia mampu bertanggung jawab dan membawa dampak perubahan yang positif,” kata Baken kepada narahubung.id, Jumat (19/5/2023).

Pemuda Tarakan yang malang melintang di skena musik underground ini mengungkapkan, pada prinsipnya ketika komunitas ataupun skena underground protes kepada sistem melalui karya musik atau pun karya seni sering dilakukan.

“Maka udah saatnya kami yg dulu ada dikomunitas itu untuk terjun langsung dan bertarung untuk duduk di legislatif  demi perbaikan sistem yg dulu kami tentang,” bebernya.

Baken menyebut, kalau dulu Metalhead berteriak melawan sistem yang bertentangan dalam sebuah karya. Maka, ia meminta izin sebagai perwakilan dari salah satu komunitas bawah tanah menjadi peluru  tajam untuk masuk ke sistem.

“Maka, ijinkan kami yg juga salah satu dari bagian komunitas bawah tanah menjadi peluru tajam bagi mereka yg menginginkan sistem yg sesuai dengan kondisi saat ini, dan sesuai bagi semua kalangan masyarakat. Idealisme kami akan kami bawa ke legislatif,” tegasnya.

Baken berkeyakinan, bahwa politik sangat penting bagi pemuda. Sebab, bagaimanapun politik dibutuhkan regenerasi yang baik.

“Karena pada dasarnya dan sudah saatnya yg muda yang berjuang. Bagaimanapun juga regenerasi diperlukan dalam politik. Pemikiran-pemikiran anak muda sangat diperhitungkan dlm menjalankan suatu program demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Melalui riset yang dilakukan narahubung.id, di tujuh hingga delapan dekade kebelakang terjadi simbiosis antara musik dan politik terjadi. Hal tersebut bermula pasca konflik perang dunia kedua yang menjadi penanda sirine era musik dan politik saling bersahutan.

Dalam hal ini, Baken Nainggolan berkeyakinan bahwa langkah yang ditempuhnya untuk bertarung memperebutkan parlemen mendapat dukungan penuh dari komunitas atau skena underground.

“Saya yakin temen2 scene saya juga memiliki pemikiran yg cerdas, dan saya yakin mereka gak akan mencap saya sebagai hipkrit, krn perjuangan mereka, perjuangan saya juga,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Baken siap jadi pembeda dari banjirnya pilihan legislatif milenial dan generasi Z pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 nanti.

“Saya berani tampil adanya, dan saya tidak takut  di musuhi segelintir orang ketika saya memperjuangkan hak dan kebenaran demi masyarakat. Mendiang Bapak saya mengajarkan bahwa, kebenaran diatas segalanya dan kejujuran mahal harganya,” tutupnya. (rhl/nr)

Berita Lain