Pilkada Bulungan, Pasangan Sigit-Markus Deklarasi di Tanjung Palas

Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Partai Politik yang tergabung dalam koalisi Sigit Markus Sukses (SMS) mendeklarasikan pasangan Sigit Muryono-Markus Juk untuk bertarung di Pilkada Kabupaten Bulungan 2020.

Koalisi itu diisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Deklarasi digelar di Tanjung Palas, Kabupaten Bulugan, Kamis (3/9/2020).

Sigit mengusung empat program untuk pencalonannya bersama Markus. Diantaranya ialah pemerataan akses pendidikan, akses kesehatan, ketersediaan infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami optimis seluruh usia sekolah bisa mendapatkan program wajib belajar sembilan tahu atau sesuai kewenangan pemerintah kabupaten. Sementara bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses pendidikan formal, akan dilayani dengan program pendidikan kesetaraan,” ujar Sigit.

Selain itu, kesejahteraan guru honorer juga bakal jadi fokus Sigit-Markus. “Kesejahteraan guru honorer dari tingkat SD sampai SMP adalah hal yang wajib. Jangan ada lagi guru honorer yang hidupnya susah,” imbuhnya.

Lanjut, Sigit menuturkan pentingnya pemerataan akses kesehatan dengan penempatan tenaga medis di setiap Puskesmas Pembantu (Pustu).

“Tidak boleh lagi ada masyarakat Bulungan takut untuk berobat. Di Puskesmas pembantu harus ada tenaga medis, minimal ada paramedis yang stand by,” jelas dia.

Sementara, untuk program ekonomi kerakyatan, Sigit-Markus akan berfokus pada penyerapan produk lokal di pasaran. Baik produk pertanian, olahan dan lainnya.

“Banyak hasil tanaman pertanian, perkebunan rakyat hingga hasil hutan dari masyarakat. Kita optimis semuanya bisa dipasarkan dan dijual dengan harga menguntungkan,” lanjut Sigit.

Terakhir, kata Sigit, guna meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat, peningkatan infrastruktur penting untuk digenjot.

Sementara itu, Markus Juk mengatakan, pemberdayaan ekonomi akan fokus pada petani dan nelayan. Harapannya, akan banyak tenaga kerja di Bulungan yang terserap dari dua sektor ini.

“Khusus untuk petani dan nelayan jangan sampai ada dari mereka yang miskin. Saya sangat serius dengan ini karena tenaga kerja di Bulungan paling besar di sana (sektor pertanian dan kelautan),” tutupnya. (dc/nr)

Berita Lain