Pola Sama Sindikat Narkoba di Tarakan

narahubung.id – Satresnarkoba polres Tarakan menyebut kendala-kendala yang dialami pada pengungkapan kasus. Khususnya pada pola yang masih sama diterapkan oleh sindikat narkoba di Tarakan.

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, Ipda Dien Fahrur Romadhoni mengungkapkan, saat ini resnarkoba Tarakan belum menemui kendala yang berarti.

“Namun, ada kendala-kendala lain seperti letak geografis Tarakan ini yang kebanyakan penjual narkotika ataupun pengedar-pengedar itu di gang-gang sempit dan di daerah pesisir,” terangnya kepada narahubung.id, Jumat (12/8/2022).

Namun begitu, ia mengungkapkan bahwa kebanyakan dari pengedar saat ini sudah memasang strategi akan hal itu.

“Mungkin ada sedikit kendala disitu, cuman secara keseluruhan kita belum ada kendala berarti untuk mengungkap kasus,” ucapnya.

Dalam hal ini, resnarkoba Tarakan telah memapping beberapa lokasi rawan. Salah satunya, lokasi pesisir karena diketahui wilayah Tarakan dikelilingin oleh laut.

“Untuk wilayah-wilayah rawan sudah kami mapping, karena letak geografis Tarakan ini dikelilingi laut. Jadi, dimanapun bersandar pelabuhan pasti ada potensi transaksi narkoba, apalagi pelabuhan-pelabuhan kecil yang tidak terdeteksi,” ungkapnya.

Meskipun begitu, pihaknya mengantisipasi beberapa pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Tarakan. Karena, hal ini berpotensi menjadi lokasi transaksi narkoba.

“Meskipun tidak di pelabuhan besar, mungkin ada pelabuhan-pelabuhan tikus juga, nah itu antisipasi kita, terutama daerah Juata, Mamburungan, dan Amal juga. Jadi, ya itu yang kita antisipasi,” sebutnya.

Karena hal tersebut lokasinya jauh dari kota, sehingga jarang termonitor oleh personel yang terbatas. Dalam hal ini pihaknya membutuhkan bantuan masyarakat dalam penanganan tersebut.

“Karena kan tidak termonitor oleh kita karena jauh dari kota. Dengan personil yang ada, kita sangat butuh bantuan masyarakat terkait dengan penanganan itu, karena dari polri sendiri anggota kami tidak akan sanggup tanpa adanya sinergitas dari masyarakat,” pungkasnya. (rhl/nr)

Berita Lain