Polisi Kembali Bongkar Dugaan Aktivitas Illegal Logging

narahubung.id – Polres Tarakan kembali membongkar dugaan aktivitas illegal logging atau pembalakan liar pada Selasa, 28 Maret 2023. Bermula saat pihaknya menerima informasi dari masyarakat soal adanya dugaan bongkar muat kayu di Gang Rukun, Kelurahan Karang Anyar Pantai.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU M. Khomaini melalui Kanit Tipidter, IPDA Muhamad Farhan mengatakan, saat ke lokasi kejadian, pihaknya tak menemukan pelaku dan hanya menemukan barang bukti berupa kayu yang berserakan.

“Jadi, tadi pagi ada laporan lagi dari masyarakat dan kami langsung ke TKP bersama Shabara dan Tipidter. Ini perintah langsung dari Pak Kapolres dan sudah kita tindaklanjuti,” katanya, Selasa (28/3/2023).

Farhan menjelaskan, sebenarnya informasi ini telah lebih dulu pihaknya terima pada Senin, 27 Maret 2023 malam. Namun, saat ke TKP tak ditemukan aktivitas seperti yang dilaporkan.

Diduga kayu hasil ilegal logging tersebut berkisar 18 kubik. Saat ini kayu-kayu tersebut tengah dalam upaya pengumpulan sebagai barang bukti.

“Kami akan segera memeriksa saksi dan juga pelapor sendiri terkait pengembangan penyelidikan. Kalau dari hasil pemeriksaan ditemukan tindak pelanggaran baru kita lanjut ke penyidikan,” lanjutnya.

Adapun kayu jenis Meranti itu diduga kuat berasal dari Pulau Sekatak yang sengaja dikirimkan ke Tarakan. Pihak kepolisian pun enggan menduga-duga pemilik usaha kayu tersebut. Ia menegaskan akan melakukan pendalaman menyoal bukti-bukti digital.

“Kita masih upaya untuk pengumpulan kayu-kayu karena kan menghalangi alur nelayan juga kalau begini. Untuk hasil penambangan di Tarakan masih minim jadi dugaannya dari luar apalagi pakai jalur air,” bebernya.

Sementara itu, Ketua RT 29 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Suryanto mengatakan aktivitas bongkar muat kayu ini memang baru-baru ini terjadi. Ia juga kerap kali mendapatkan laporan dari warga namun laporan tersebut hanya sebatas kayu yang dimanfaatkan oleh warga sekitar.

“Ya mungkin tidak ada masalah. Apalagi ini dimanfaatkan warga lokal. Ya ada juga yang laporan ke saya tapi saya tidak terlalu karena tidak tahu juga. Yang pasti tidak hasil curian saja. Apalagi untuk orang-orang di sini saja,” singkatnya. (nr)

Berita Lain