Profil Kalender 60, Unit Pop Asal Tanjung Selor
TANJUNG SELOR, narahubung.id – Unit Pop asal Bulungan, Kalimantan Utara ini awalnya berformat duo group, mengawali perjalanannya di 2016, Berayu Marga Putra (Vocal & Gitar) dan Desmond (Gitar) lebih sering tampil berdua dengan format akustik. Kemudian bertemu Aspiansyah Idris (Drum) di coffe shop sewaktu Duo ini tampil, dan mulai membahas intens tentang Kalender 60.
Nama Kalender 60 mereka ambil sebagai bentuk moment merayakan era krusial music dunia, karena band – band besar berpengaruh muncul pada era itu, salah satunya adalah The Beatles.
Kemudian untuk melengkapi format sebagai band, maka masuklah secara berurutan Aspiannur Idris (Keyboard) dan Pramudya (Bass), dengan harapan music mereka akan lebih kaya dan kompleks lagi.
Musik Kalender 60 awalnya terdengar sangat minimalis, dengan lengkapnya kelima member ini, music Kalender 60 berubah menjadi lebih berdimensi, tak lepas dari refrensi masing – masing personil yang terbilang sangat beragam, mulai dari Sheila on 7, Bon Iver, sampai ke Sigur Ros.
Dari komponen lirik pun, Berayu Marga Putra lebih memilih tema yang ambigu, jadi terbuka intrepetasi untuk pendengar dan bebas menafsirkan karya – karya Kalender 60, Ada juga lagu yang secara spesifik membahas isu sosial, walaupun hanya menyampaikan sebuah pandangan saja.
Saat ini, materi lagu Kalender 60 sudah terdapat 6 lagu yang sudah di rekam secara demo, dan memutuskan untuk merilis “Kota Melankolia” sebagai single pertama mereka, sebelum mengatur rencana kedepan untuk menggarap Full Album secara Kolektif. Dibawah naungan Ceritanya Records, banyak rencana kedepan yang harus di eksekusi, salah satu misi nya adalah mengajak para penggiat seni untuk berkarya Bersama, sekaligus membawa karya mereka ke jangkauan yang lebih luas lagi. (dc/nr)