Program Makmur Jadi Solusi Petani Sawit Nunukan Tingkatkan Produksi

narahubung.id – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Makmur, dalam meningkatkan pemberdayaan petani dan produktivitas pertanian di Indonesia.

Program ini juga merupakan upaya PKT dalam meningkatkan penggunaan pupuk nonsubsidi dalam negeri, dengan menciptakan ekosistem untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani.

Terbaru, PT PKT bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Cabang Nunukan merealisasikan pencairan KUR Program Makmur kepada 18 petani sawit di Kecamatan Sei Manggaris, Kabuputen Nunukan, Kalimantan Utara.

“Jadi Program Makmur seperti tadi yang kami sampaikan, ini adalah program dari kementrian BUMN dan juga PT Pupuk Indonesia untuk memberikan pendampingan kepada para petani di seluruh Indonesia, salah satunya target kita di Kalimantan Utara, dan khusus Kecamatan Sei Manggaris ini adalah untuk petani-petani Kelapa Sawit,” ujar Project Manager PM Makmur, Adrian RD Putera, pada Selasa (11/1/2022),

Menurut dia, program yang memiliki makna Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini memberikan banyak manfaat kepada petani. Sebab Program Makmur merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan segala bentuk kebutuhan pertanian, mulai dari project leader, pihak asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker, dan pemerintah daerah.

“Pendampingan ini kita lakukan secara bersama-sama terintregasi, berkolaborasi diantara semua stakeholder, mulai dari kebutuhan permodalan, kemudian penyiapan sarana produksi Agro Input, kemudian kita juga melibatkan pemerintah untuk pendampingan, sampai ke offtaker-nya yang akan mengambil hasil produksi petani untuk dijual ke perusahaan atau pabrik kelapa sawit,” jelasnya.

“Harapannya dengan program yang terintregasi dari hulu ke hilir ini kita bisa memberikan pendampingan yang paripurna kepada petani, petani bisa merasakan hasilnya meningkatkan pendapatan kemudian kepastian penjualan hasil, kemudian kepastian mendapatkan sarana produksi, dan juga pendampingan selama masa produksinya sehingga tujuan tadi bisa tercapai,” lanjut dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur Sarana dan Prasarana pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Rukman menuturkan, pada prinsipnya Pemda sangat mendukung upaya PT PKT dalam membantu petani sawit lewat Program Makmur. Apalagi Nunukan memang dikenal sebagai sentra sawit di Kaltara.

“Jadi alhamdulillah langkah awal kita ini sangat menggembirakan dengan adanya program KUR yang sudah dilaksanakan di Kecamatan Sei Mannggaris. Sebagai kawasan sentra sawit sangat jelas programnnya ini untuk mendukung dan meningkatkan kesejahteraan petani otomatis, karena apapun yang kita lakukan kalau kita tidak melakukan secara rutin dan konsisten apalagi dengan adanya KUR ini bekerjasama dengan Bank BNI dan Pupuk Kaltim ini sangat mendukung, karena memang selama ini masyarakat mengeluh soal pupuk yang kurang, jadi dengan adanya KUR ini saya rasa insya Allah mereka bisa meningkatkan pendapatannya,” ucapnya.

Ditambahkan oleh Camat Sei Manggaris, Arief Budiman, inkosistensi petani selama ini salah satunya karena biaya operasional perkebunan sawit yang begitu tinggi, sehigga membuat petani sulit untuk mandiri.

“Kalau berharap pupuk subsidi terus menerus juga kan susah karena terbatas. Program Makmur ini kami anggap sebagai solusi konkret bagi para petani dalam meningkatkan produktivitasnya,” pungkasnya. (dc/nr)

Berita Lain