Program Sekolah Lapang PT PKN, Upaya Meningkatkan Keterampilan Petani Kelubir

narahubung.id – Program Sekolah Lapang merupakan program pendampingan kepada petani jagung yang berada di desa Kelubir oleh PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN). Kegiatan Kelas Lapang ini sudah berjalan kali ketiga.

Dari sekolah lapang yang diadakan oleh PT PKN tersebut, petani jagung di desa Kelubir diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya setelah mendapat pendampingan tersebut.

Ardy, Community Development (Comdev) Officer PT PKN mengatakan, sekolah lapang ini salah satu bentuk program PT PKN dalam pendampingan. Khususnya, pendampingan ke petani jagung di desa Kelubir. Program pendampingan ketiga ini ditargetkan akan berjalan hingga kurikulum ketujuh.

“Target kita ada 7 kelas lapang, jadi kita buat kurikulum ada 7 kali sekolah lapang. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani yang kita dampingi di desa Kelubir ini. Terkait teknis dan budidaya jagung hibrida,” kata Ardy kepada narahubung.id, Rabu (18/5/2022).

Untuk sekolah lapang selanjutnya, PT PKN tetap berfokus pada petani Cluster jagung yang berada di desa Kelubir. Namun, perbedaannya terletak pada sesinya. Karena, hari ini khusus pasca panen, dan selanjutnya akan berbeda kurikulum lagi. Tujuannya agar pengetahuannya memiliki level.

“Untuk lokasi tetap sama di Kelubir, karena sasarannya kepada petani jagung kita. Jadi, lokasinya di Kelubir namun di lahan yang lain lagi, tapi sasarannya sama. Yakni, kepada petani jagung. Kita per hari ini ada sekitar 62 petani jagung yang mengikuti,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, PT PKN terus mendorong program-program pemberdayaan yang dilaksanakan untuk warga Kelubir khususnya. Agar bisa bermanfaat dan yang terpenting bisa meningkatkan ekonomi non tambang yang berkelanjutan.

“Dalam program ini sebenarnya multi stakeholder ya, itu kan tentunya dari PT PKN, kemudian ada dari Dinas Pertanian Provinsi Kaltara, kemudian ada dari Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, lalu ada dari Korem 092/Maharajalila, dan dari Universitas juga, yaitu Universitas Kaltara, kemaren jadi narasumber, kemudian ada dari Gapoktani sendiri, dan Pemerintah Desa. Jadi, prinsip program kita itu kolaborasi dan kemitraan, jadi bagaimana kita menggait pihak yang terkait untuk bersama-sama di program jagung di Kelubir ini,” bebernya.

Untuk kerja sama dengan pihak TNI, PT PKN sudah melakukannya sejak tahun 2019 lalu. Khususnya di desa Kelubir dan telah mengevaluasi beberapa tantangan. Dari hasil evaluasi tersebut, pihak PT PKN telah mengidentifikasi beberapa tantangan itu. Salah satunya, usia produktif petani jagung yang berada di desa Kelubir.

“Jadi, petani yang terlibat hari ini di jagung khususnya di kelubir, memang petani yang sudah masuk usia lanjut. Otomatis dengan usia lanjut tersebut mempengaruhi terhadap kemampuan mereka untuk bertani. Mangkanya, TNI ini hadir dengan kemampuan personil, itulah yang datang membantu petani untuk membuka lahan. Buka lahan sampai tanam, dengan harapan karena ya mereka bisa melanjutkan, dan petani bisa melanjutkan, dan petani bisa lebih mudah nantinya,” pungkasnya. (adv/rhl)

Berita Lain