Promosikan Budaya Lewat Musik Alam

foto : ist
foto : ist

TANJUNG SELOR – Elias Yesaya seorang seniman yang sudah dikenal di mancanegara. Di mana hidupnya didedikasikan untuk seni dan budaya Dayak Lundayeh, agar dapat dikenal luas di Indonesia bahkan luar negeri.

Lewat Musik Alam Fest 2K20 yang dilaksanakan 11 Desember 2020 ini, pria asal Krayan ini ingin mengenalkan budaya asli Kalimantan Utara khususnya dari Krayan, Nunukan.

Berawal dari ketidak sukaannya terhadap musik, menjadikan dia mahir dalam alat musik tradisional. Keinginannya melestarikan budaya mengantarkannya ke mancanegara dan memperkenalkan musik tradisional. Dalam kesempatan ini, di Musik Alam Fest 2K20 ia ingin musik tradisional bisa lebih dikenal lagi.

“Saya ingin musik.tradisional ini selalu disuguhkan di setiap pentas yang ada di daerah. Ini untuk melestarikan budaya asli kita,” jelasnya.

Sejak tahun 2000-an, Elias sudah sering menampilkan musik tradisional. Hingga pada tahun 2004, ia membentuk Forum Masyarakat Adat Dataran Tinggi Borneo (Formadat) bersama sejumlah Seniman yang ada di Krayan. Ia menyadari bahwa musik tradisional mulai ditinggalkan.budaya asli daerah mulai tak dikenal. Sehingga, ia semakin berambisi mengenalkan budaya dan seni asli tradisional.

“Kami mmbangun sekolah budaya.Kami juga buat pelatihan.Banyak yang belum mengenai budaya,” terangnya.

Lewat Musik Alam Fest 2K20 juga, ia berharap makin banyak regenerasi yang melestarikan budaya asli Kaltara. Khususnya asal Krayan. Sejauh ini, sudah banyak pemuda di Kaltara yang melestarikan budayanya. Hal ini juga diapresiasi nya. Terbukti, dengan penampilan nya di Musik Alam Fest 2K20.

“Artinya, Musik Alam Fest 2K20 ini memiliki visi dan misi yang sejalan. Yakni seni dan budaya. Dengan adanya itu, masyarakat khususnya di Kaltara mengenal keaslian alat musik tradisional dan bisa ada regenerasi,” ujarnya.

Elias juga sudah memperkenalkan musik asli dari Dayak Lundayeh ke berbagai negara seperti Italia, India, Filiphina, Jepang dan negara lainnya.

“Kalau di Jakarta sudah sering. Di Musik Alam ini,saya juga akan jamming session dengan teman-teman kepanitiaan. Harapan saya, regenerasi bukan hanya di Indonesia, melainkan di luar negeri juga,” pungkasnya. (as/adv)

Berita Lain