PT PKN dan BRI Tanjung Selor Jalin Kerjasama Penguatan Ekonomi
narahubung.id – Dalam upaya mendukung peningkatkan perekonomian masyarakat khususnya permodalan di sektor pertanian, PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) resmi melakukan kerjasama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Tanjung Selor, pada Jumat (24/6/2022).
Kepala Kantor Cabang BRI Tanjung Selor, Muhammad Syarifudin mengatakan, kerjasama ini menyasar program pertanian, perkebunan, dan peternakan yang telah di gagas oleh Yayasan Dharma Bhakti Khatulistiwa untuk sejumlah desa dampingan.
“Di awal adalah pembinaan penumbuhan daya juang untuk membangun ekonomi kita dorong, dan mudah-mudahan ini memberikan manfaat yang lebih baik lagi kepada beberapa teman-teman di bidang pertanian, peternakan yang nantinya kita harapkan bisa meningkatkan multiefek ya,” kata Syarifudin kepada narahubung.id.
Kerjasama ini tak lepas dari keberhasilan ekosistem yang diterapkan oleh PT PKN pada programnya. Mulai dari, penanaman, pemeliharaan, pendampingan hingga penjualan hasil panen.
“Jadi ini bukan sekedar bantuan kredit tapi bisa menambah penghasilan, menambah tenaga kerja akan menambah daya beli masyarakat. Karena, PKN ini juga satu ekosistem yang sudah sangat bagus,” jelasnya.
Selain itu, kendala pemasaran yang biasa di alami oleh para petani pun sudah tidak dirasakan. Hal ini karena, pihak yayasan siap menampung hasil panen yang dihasilkan oleh para petani.
“Jadi, ini tidak ada kendala kalau saya lihat. Kadang-kadang kan ada kendala di pemasaran, tapi dari PKN sudah menampung untuk hasil panennya, jadi ini memberikan rasa aman bagi petani, juga dari pihak perbankan. Ini juga selaras dengan misi dan tujuan pemerintah daerah untuk di penguatan di sektor ketahanan pangan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, kerjasama tersebut berfokus kepada sektor pertanian yang selaras dengan visi misi ketahanan pangan. Pihak BRI pun berharap, dari kerjasama ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya petani.
“Jadi tidak ke sektor yang lain dulu, karena memang visi misinya di ketahanan pangan. Kita sama-sama tau bahwa pangan ini lagi krisis, nah ekonomi juga akan terpengaruh. Jadi kita fokus ketahanan pangan dulu. Ya itu kerjasama kita, mudah-mudahan memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya di desa-desa,” ucapnya.
Sementara itu, Community Development (Comdev) Manager PT PKN, Iwan Suryatno menuturkan, untuk mengembangkan sebuah usaha dalam skala besar tentu dibutuhkan dukungan modal yang kuat. Apalagi, daerah dampingan PT PKN saat ini butuh pengembangan.
“Untuk mengembangkan skala besar itu butuh tambahan modal, kalau kita sendiri aja tidak bisa tuh. Misalnya, proses pinjam dan lain-lain, jadi hari ini kita kerjasama dengan BRI yang istilahnya punya mesinnya (akes permodalan),” jelasnya.
Menurutnya, didalam kelompok tersebut ada 5 Bidang Hasil Produksi (BHP). Salah satunya administrasi organisasi yang hari ini adalah akses pembiayaan. Hal tersebut menjadi penting selain jejaring dan lainnya.
“5 BHP itu menjadi penting bagi di kita, karena kalau kegiatan di masyarakat itu kita tidak bisa hanya ngasih program tinggal. Jadi, pendampingan itu sangat-sangat penting, salah satunya adalah kerjasama pendampingan dengan BRI untuk penguatan modal. Karena, kita kan tidak bisa ngasih terus, kalau kita ngasih terus nanti kebiasaan masyarakatnya atau petaninya begini terus,” ucapnya.
Selain itu, program ini selaras dengan visi misi Kabupaten Bulungan dalam meningkatkan pembangunan ekonomi yang besar dan menjadi pilar kontribusi sosial ekonomi bagi Comdev.
“Ini menjadi visi misinya Kabupaten Bulungan juga yaitu, untuk meningkatkan pembangunan nilai ekonomi yang berputar ini menjadi besar. Nah, ini adalah salah satu pilar kontribusi sosial ekonomi kita untuk program community development,” imbuhnya.
Sejauh ini, ada sekitar 24 desa dampingan oleh PT PKN di Kabupaten Bulungan. Diantaranya yang menjadi fokus adalah desa Kelubir dan desa Sajau di Kecamatan Tanjung Palas Utara dan Kecamatan Tanjung Palas Timur.
“Yang rencana di kembangkan adalah sektor pertanian dan kita juga mau mengarah ke peternakan. Tapi kalau pertanian kita mau mengembangkan beberapa kelompok lah. Pertanian di kelubir ada, kalau perkebunan di sajau. Nah, dua desa itu yang hari ini menjadi tempat kita lah untuk melaksanakan program, salah satunya dari 24 Desa dampingam kita,” tutupnya. (adv/rhl)