Reaksi Distorsi Poliklinik

Infografik
Infografik

Aksi panggung yang khas membuat band satu ini cukup memiliki “taring” di panggung kompetitif. Poliklinik tercatat ikut meramaikan tren musik nu metal pada era 2000-an.

Berada dalam ekosistem musik yang tak memiliki ketahanan membuat Poliklinik sempat mati terbunuh siklus. Sadar akan perubahan tak sekedar muncul dalam musikalitas dan karya, Poliklinik akhirnya pindah gerbong dengan rona yang lebih gahar.

Berikut petikan wawancara daring kami bersama gitaris Poliklinik, Rachmad Wahyudi atau akrab disapa Kamay.

Kenapa nama band ini Poliklinik, apa kalian sekelompok anak kesehatan yang sedang menyalurkan hobi?

Hahaha…. Bukan, kita masing-masing beda profesi. Lupa kenapa dan siapa yang meberi nama Poliklinik.

Kapan awal kalian terbentuk?

Band ini terbentuk sekitar awal 2007 dengan konsep awal band festivalan.

Sekarang memangnya bukan?

Ya begitulah. Hehe

Ceritakan sedikit perjalanan sejak awal terbentuk?

Setelah terbentuk kita sempat bubar dan vakum beberapa waktu dan yang tersisa cuma vocalis, kemudian band ini kembali aktif dengan personel baru dengan genre yang lebih keras seperti hardcore.

Untuk personelnya?

Selama perjalanannya, kita sempat dua kali ganti formasi. Generasi pertama itu ada Sandy pada vocal, Adi gitar, Aryo pada bass, dan Reza pada drum.

Untuk generasi kedua itu, saya pada gitar, Sandy pada vocal, Wiki pada bass dan Dani pada drum.

Influence kalian dalam bermusik?

Saint Loco, Autorithy, P.O.D dan Seringai

Pernah juara saat ikut festival?

Banyak kalau juara festival, mulai dari lokal Tarakan sampai Kaltara.

Penampilan paling berkesan?

Saat masuk 10 besar lomba cipta lagu Telkom pada tahun 2008 karena langsung dijuriin sama PAS Band.

Diawal disebutkan kalau kalian sempat bubar, alasannya?

Mungkin karena adanya perbedaan cara bermusik kali ya. Yang awalnya kita untuk festivalan, lama kelamaan festival sudah jarang.

Lantas bisa saya sebut Polklinik mati terbunuh siklus?

Benar sekali. Pada titik ini tidak banyak band yang bisa kembali eksis.

Kangen era festivalan?

Ya kangen, terakhir kita ikut festival itu tahun 2011 kalau saya tidak salah ingat.

Pendapat kamu soal perubahan musik saat ini?

Musik itu sangat dinamis, solusinya tetap bertahan dengan karakter yang kita miliki. Era festivalan sudah selesai. Saatnya beradaptasi dengan dengan era baru.

Penulis : Dicky

Grafis    : Nanda

Berita Lain