Rotasi Polri, Wakapolda Kaltara Diganti
narahubung.id – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan di sejumlah Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di sejumlah wilayah. Salah satunya jabatan Wakapolda Kaltara.
Rotasi dan mutasi tersebut tertuang dalam lima surat Telegram Kapolri yakni, NOMOR: ST/1213/VI/KEP./2022, NOMOR: ST/1214/VI/KEP./2022, NOMOR: ST/1215/VI/KEP./2022, NOMOR: ST/1216/VI/KEP./2022, NOMOR: ST/1217/VI/KEP./2022.
Berdasarkan telegram tersebut, Wakapolda Kaltara Brigjen Erwin Zadma ditarik ke Lemdiklat Polri, ia bertugas sebagai Widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri. Penggantinya adalah Brigjen Kasmudi yang sebelumnya menjabat Karojakstra Srena Polri.
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, hal tersebut berdasarkan surat telegram Kapolri yang keluar tanggal 21 Juni 2022 kemaren.
“TR nya keluar kemaren ya. Ada 3 rotasi dari lingkungan Polda Kaltara. Untuk Wakapolda diganti Brigjen Kasmudi yang sebelumnya menjabat Karojakstra Srena Polri,” kata Kombes Pol Budi kepada narahubung.id saat dijumpai usai perayaan syukuran HUT PM TNI Angkatan Darat, Rabu (22/6/2022).
Selain Wakapolda Kaltara Brigjen Erwin Zadma, Kabid Propam Polda Kaltara, Kombes Pol Dearystone M. H. R. Supit di rotasi sebagai Pamen Yanma Polri. Kapolres Malinau AKBP Reza Pahlevi diangkat dijabatan baru sebagai Wadirlantas Polda Kaltara.
“Dalam hal ini penggantinya Kabid Propam adalah AKBP Teguh Triwantoro yang sebelumnya menjabat Wakapolresta Cirebon dan pernah menjabat sebagai Kapolres Bulungan. Sedangkan pengganti Kapolres Malinau, AKBP Andreas Dedi Wijaya yang dulu menjabat di Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Kaltara,” jelasnya.
Saat ditanyai soal kapan waktu bertugas, Kombes Pol Budi mengatakan masih menunggu selesainya rangkaian HUT Bayangkara. Waktu paling lama 14 hari setelah surat telegram keluar.
“Kalau bertugas, maksimal paling lama 14 hari setelah TR di keluarkan, dan mungkin ini masih dalam rangkaian hari ulang tahun Bayangkara, mungkin setelah rangkaian hut bayangkar. Lihat-lihat situasi dulu,” ucapnya.
Ia pun menyebut bahwa mutasi dan promosi tersebut menjadi hal lumrah di Polri, tujuannya untuk penyegaran di organisasi.
“Ini hal yang biasa di Polri, untuk penyegaran di tubuh organisasi,” tutupnya. (rhl/nr)