Sampaikan Visi-Misi dalam Debat Pilkada, Umi-Herman Paparkan Tujuh Poin Penting
JAKARTA, narahubung.id – Pasangan Calon (Paslon) nomor urut tiga, Umi Suhartini-Herman sampaikan tujuh poin penting pada debat kandidat Pilkada KTT 2020, Kamis (26/11/2020) di studio Metro TV, Jakarta.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan Kami H. Umi Suhartini dan Herman sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Akan memaparkan Visi, Misi serta Program kami khususnya berkaitan dengan tema debat malam ini yang mengangkat topik antara lain ; kesejahteraan masyarakat; memajukan daerah; pelayanan kepada masyarakat; penyelesaian persoalan daerah; harmonisasi pembangunan daerah dengan pusat; NKRI dan Kebangsaan; dan penanganan Covid-19,” ujar Umi mengawali segmen debat pertama.
Pasangan yang identik dengan jas hijau tosca ini mengungkapkan, yang utama, berkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bahwa pengelolaan SDA diantaranya pada sektor: pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan, dan perkebunan maupun pertambangan dan migas, harus dilakukan dari hulu ke hilir untuk menciptakan peluang-peluang kegiatan usaha bagi masyarakat KTT, misalnya dengan pola kemitraan, optimalisasi CSR, pelibatan UMKM, yang tujuan akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kemudian poin yang kedua, berkaitan dengan upaya memajukan daerah. Bahwa Kemajuan suatu daerah hanya dapat diwujudkan apabila telah ditunjang dengan SDM yang unggul. Oleh karenanya membangun SDM yang mampu berdaya saing adalah sebuah keharusan. KTT akan diarahkan menjadi kota pendidikan dan Budaya. Oleh karenanya, program pembangunan akan diarahkan untuk mengoptimalkan sektor Pendidikan sebagai cara untuk mewujudkan kemandirian disegala bidang kehidupan melalui Pendidikan, Pelatihan, dan Kemitraan baik dalam dan Luar Negeri.
“Ketiga berkaitan dengan Pelayanan kepada masyarakat. Untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas layanan publik yang adil, murah, mudah, cepat, Merata, efisien dan efektif melalui pendekatan standard pelayanan minimum (SPM) atas dasar prinsip pemerintahan yang baik (Good Governance), yang ditunjang oleh IT,” paparnya.
Sementara itu, pada poin keempat Umi-Herman fokus pada hal yang berkaitan dengan penyelesaian persoalan daerah. “Untuk mengantisipasi serta mereduksi berbagai permasalahan sosial di KTT, misalnya berkaitan dengan: penyalahgunaan Narkotika, human traficking, masalah pemanfaatan lahan, dan lain-lain, perlu dilakukan penguatan koordinasi kelembagaan, sinergi diantara lembaga-lembaga yang ada, eksekutif, legislatif, aparatur penegak hukum serta pemangku kepentingan lainnya,” imbuhnya.
Lanjut, Umi mengatakan, poin kelima ialah hal yang berkaitan dengan keselarasan program daerah dengan pusat. Bahwa kebijakan pembangunan di setiap daerah harus sejalan (inline) dengan kebijakan Pemerintah baik Provinsi maupun Pusat, bahkan harus ada sinergi yang kuat dengan pemerintah kabupaten/kota lainnya, artinya harus sinkron baik secara vertikal maupun Horizontal dengan tujuan akhirnya adalah mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan.
“Dan keenam, dalam kerangka NKRI dan Kebangsaan. Dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dan prinsip-prinsip kebangsaan, akan ditempuh kebijakan-kebijakan yang berbasis pada kemajuan karakter daerah dengan kearifan budaya lokal, serta memfasilitasi serta mendukung kegiatan Forum Komunikasi Umat Beragama, sebagai kanal untuk membangun komunikasi sekaligus toleransi antar umat beragama dalam upaya mereduksi bibit-bibit intoleransi dan radikalisme,” sebutnya.
Terakhir, Paslon dengan tagline “Maju Berkelanjutan” ini menjelaskan hal yang berkaitan dengan Penanganan Covid-19.
“Pemirsa Metro TV yang terhormat, perlu kami sampaikan bahwa selama masa pandemi, pemerintah Kabupaten Tana Tidung telah berhasil dalam penanganan Covid-19, oleh karenanya berbagai kebijakan dan langkah yang telah ditempuh, akan dipertahankan dengan mengoptimalkan fungsi monitoring dan evaluasi dalam implementasinya,” pungkas Umi. (dc/nr)