Secercah Perak Untuk Kemajuan Skateboard Kaltara
narahubung.id – Pada perhelatan Fornas VI Sumatera Selatan, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltara melalui Induk Olahraga (Inorga) Komisi Skateboard Indonesia (KIS) Kaltara berhasil menyumbangkan 1 medali perak.
Medali perak disumbangkan oleh Skateboarder asal Kota Tarakan, Muhammad Suhaemi pada kategori ‘Best Trick Flat Bar Rail’. Dalam even itu, Suhaemi harus mengakui keunggulan Skateboarder tuan rumah.
Ketua KIS Kaltara, Wahyudi berharap, melalui raihan 1 perak di Fornas VI Sumsel ini agar bisa menjadi motivasi untuk Skateboarder lainnya di Kaltara, khususnya untuk kemajuan dan perkembangan olahraga Skateboard sendiri.
“Alhamdulillah, dapat satu perak di kategori ‘Best Trick Flat Bar Rail’. Pada Fornas yang akan datang agar lebih meningkatkan target lagi. Karena, fornas samarinda kita dapat perunggu, lalu di fornas Sumsel ini kita ada peningkatan dapat perak, tahun depan target kita harus emas,” kata Wahyudi kepada narahubung.id, Jumat (8/7/2022).
Wahyudi juga mengevaluasi para atlet yang berlaga pada gelaran multi event yang diselenggarakan pada tanggal 5-6 Juli 2022 di Skatepark Jakabaring, Palembang tersebut. Mulai dari mental hingga jam terbang juga sangat menentukan.
“Yang di evaluasi jelas skill atlit kita, kurang mengimbangi dengan atlit DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur juga. Jadi, butuh latihan yang lebih giat lagi. Sama kendala kita juga pada penyesuaian Skatepark yang ada. Karena waktu yang diberikan sekitar 1 hari setengah untuk penyesuaian,” jelasnya.
Berbeda dengan para atlet dari daerah lain yang berlaga notabene Skate School dan sering kompetisi. Ia menyebut sangat berbeda dan sudah terbentuk. Namun, Skill sama hanya yang membedakan meental.
“Jam terbang kompetisi juga dinilai menentukan mental saat bertanding. Karena, kalau kita liat, bukan hanya kita yang grogi tapi teman-teman dari daerah lain juga merasakan hal yang sama. Jadi, ketika practice jago-jago semuanya, namun ketika pertandingannya mulai banyak miss dan trick yang tidak landing, jadi memang mental berpengaruh,” sebutnya.
Selain itu, beberapa yang harus dievaluasi ialah kerapian permainan yang diterapkan oleh daerah lain. Karena, atlet lain ketika practice rata-rata menyesuaikan dengan line saat pertandingan.
“Kalau diliat mereka mainnya sangat rapi dan sudah di atur line nya. Jadi, line mereka saat practice dan line mereka saat pertandingan itu sama. Bedanya sama kita, mereka saat practice itu nge-line sama seperti line saat dipertandingan. Nah, kalau kita practice itu spekulasi, jadi saat pertandingan itu bingung mau ngeline apa, itu menjadi catatan,” paparnya.
Namun begitu, Wahyudi mengucapkan rasa terimakasih tak terhingga kepada KORMI Kaltara yang telah melayani para atlet dan official dari keberangkatan hingga sampai di Palembang.
“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada KORMI Kaltara, kepada bapak Ketua KORMI Kaltara bapak Yansen TP. Jujur saja, kami atlet dan official itu sangat dilayanin dengan baik. Pokoknya bersyukur sekali dengan kepemimpinan ketua kormi yang sekarang ini. Jadi, atlit tuh fokus pada pertandingan,” ucapnya.
Ia juga berpesan kepada kepada seluruh Skateboarder Kaltara untuk persiapkan diri mulai sekarang. Karena, tidak lama lagi akan ada Fornas Jawa Barat, pihaknya akan melakukan seleksi lagi dan lebih ketat untuk atlet-atlet yang berangkat.
“Soalnya gini, tidak mesti harus banyak yang berangkat, sedikit tapi berkualitas. Jadi hanya yang potensi medali, jadi bukan sekedar berangkat cari pengalaman lagi, tapi meraih medali,” tutupnya. (rhl/nr)